Pemkab Lembata Perkuat Upaya Penanganan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Program DASHAT

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Pemkab Lembata Perkuat Upaya Penanganan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Program DASHAT

Sabtu, 09 Mei 2026
Foto: Pemkab Lembata Perkuat Upaya Penanganan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Program DASHAT. 

INVESTIGASINEWS.CO
Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui program edukasi gizi dan pelatihan kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lembata, Muhammad Nasir, di Aula Anton Enga Tifaona, Rabu (7/5/2026).

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai, S.IP., Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, pimpinan perangkat daerah, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Lembata, staf ahli pemerintah daerah, para narasumber, kader DASHAT, serta tenaga gizi dari desa dan puskesmas se-Kabupaten Lembata.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kabupaten Lembata dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan BOKB dalam APBD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhammad Nasir menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan masalah serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, daya tahan tubuh lebih lemah, serta produktivitas yang menurun ketika dewasa. Karena itu, penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak di tengah masyarakat dalam memberikan pemahaman, pendampingan, serta praktik langsung mengenai pemenuhan gizi keluarga.

“Stunting adalah bagian dari bagaimana kita membangun peradaban secara kolaboratif,” kata Nasir.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi yang mudah diperoleh dan berkualitas. 

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga memperkuat sektor pertanian lokal dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wakil bupati menambahkan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kader, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga masyarakat.

“Edukasi berkelanjutan tentang pola asuh yang tepat, sanitasi yang baik, serta akses terhadap pangan bergizi menjadi kunci keberhasilan kita,” tegasnya.

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih serta sehat, tetapi juga mampu mengimplementasikan dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat.

Panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap program edukasi dan penguatan kapasitas kader DASHAT dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga guna menekan angka stunting di daerah tersebut.***tvbw

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Pemkab Lembata Perkuat Upaya Penanganan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Program DASHAT

Foto: Pemkab Lembata Perkuat Upaya Penanganan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Program DASHAT.  INVESTIGASINEWS.CO Lembata — P...