PDAM dan Pemda Lembata Bahas RKAP 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan Air Bersih

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


PDAM dan Pemda Lembata Bahas RKAP 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan Air Bersih

Rabu, 06 Mei 2026
Foto: PDAM dan Pemda Lembata Bahas RKAP 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan Air Bersih. 

INVESTIGASINEWS.CO
Lembata – Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menggelar rapat pemaparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 di Aula Anton Enga Tifaona, 5 April 2026. 

Rapat dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Lembata, Yohanes Berchmans Daniel Dai, S.IP., didampingi Direktur PDAM Lambertus Ola Hara, ST., serta Komite Audit PDAM Matheus Belalawe, S.Kom., ST.

Dalam rapat tersebut, Direktur PDAM Lambertus Ola Hara menjelaskan bahwa perusahaan menargetkan kondisi keuangan yang lebih sehat pada tahun anggaran 2026 melalui strategi optimalisasi sumber daya, efisiensi operasional, dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Ia mengatakan fokus utama perusahaan diarahkan pada penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), optimalisasi kapasitas produksi, penguatan manajemen keuangan perusahaan, serta peningkatan jumlah pelanggan aktif.

Menurut Lambertus, kapasitas sumber air PDAM saat ini tercatat sebesar 92 liter per detik. Namun, kapasitas terpasang baru mencapai 55 liter per detik dengan produksi aktual sebesar 36 liter per detik. Dari jumlah tersebut, distribusi kepada pelanggan baru mencapai 23,60 liter per detik dengan rata-rata waktu operasi 12 jam per hari.

“Volume kehilangan air masih mencapai 24,65 persen, sementara jumlah pelanggan aktif tercatat sebanyak 6.623 sambungan rumah,” ujarnya.

Ia menilai masih terdapat kesenjangan antara potensi sumber air dengan tingkat pemanfaatannya. Sejumlah kendala yang dihadapi PDAM selama ini antara lain tingginya angka NRW, tekanan air yang belum stabil, jaringan pipa yang mulai usang, pertumbuhan pelanggan yang belum optimal, serta distribusi air yang belum merata.

PDAM memprediksi pendapatan pada tahun 2026 sebesar Rp5,14 miliar, sedangkan total beban operasional diperkirakan mencapai Rp5,08 miliar. Dari perhitungan tersebut, perusahaan diproyeksikan memperoleh surplus awal sebesar Rp59,93 juta.

Melalui berbagai langkah perbaikan, seperti penurunan NRW, efisiensi biaya operasional, dan peningkatan efektivitas penagihan rekening pelanggan, PDAM menargetkan tambahan perbaikan keuangan sebesar Rp355,56 juta. Jika target tersebut tercapai, surplus usaha diperkirakan meningkat menjadi Rp415,49 juta pada akhir tahun 2026.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan strategi investasi bertahap senilai Rp3,6 miliar. Prioritas investasi meliputi program penurunan NRW sebesar Rp200 juta, pengadaan meter pelanggan Rp100 juta, serta pemeliharaan instalasi pengolahan air sebesar Rp115 juta.

Sementara itu, Komite Audit PDAM Matheus Belalawe menegaskan bahwa PDAM memegang peran strategis sebagai tulang punggung pelayanan air minum di Kabupaten Lembata. Namun, hingga saat ini Kabupaten Lembata belum memiliki Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) maupun UPTD Air.

“Karena itu, PDAM masih menjalankan peran ganda, baik sebagai perusahaan daerah maupun penyedia layanan publik sektor air minum,” kata Matheus.

Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kinerja PDAM Lembata dalam meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperbaiki kondisi keuangan perusahaan pada tahun mendatang.***tvbw

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Jalan Kisol–Mok–Paan Leleng Rampung, Warga Manggarai Timur Rasakan Dampak Positif

Foto: Jalan Kisol–Mok–Paan Leleng Rampung, Warga Manggarai Timur Rasakan Dampak Positif.  INVESTIGASINEWS.CO Manggarai Timur – R...