Banjir Bandang Terjang Lembata, 141 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Banjir Bandang Terjang Lembata, 141 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas

Kamis, 30 April 2026
Foto: Banjir Bandang Terjang Lembata, 141 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas. 

INVESTIGASINEWS.CO
Lembata, Nusa Tenggara Timur — Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Lembata setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut selama hampir sepekan. 

Puncak kejadian terjadi pada 28 April 2026, ketika hujan deras berlangsung selama sekitar lima jam dan menyebabkan ratusan rumah warga rusak, terutama di Kecamatan Nubatukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, Mahadin Sibarani, mengatakan wilayah terdampak meliputi Kelurahan Lewoleba, Lewoleba Utara, Lewoleba Tengah, Lewoleba Selatan, Selandoro di Kecamatan Nubatukan, serta Desa Atulaleng di Kecamatan Buyasuri.
Ia menjelaskan, seorang warga Desa Atulaleng terseret arus saat menyeberangi kali dan ditemukan meninggal dunia pada 29 April 2026.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Kabupaten Lembata, Abdul Muhari, menyebutkan sebanyak 141 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah rumah rusak mencapai 141 unit. Selain itu, pagar tembok pengaman Kantor Bupati Lembata dilaporkan ambruk sepanjang sekitar 100 meter.

“BPBD Lembata telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat serta instansi terkait untuk langkah penanganan darurat,” ujar Abdul Muhari.

Pemerintah Kabupaten Lembata telah menetapkan status siaga darurat. Penetapan ini mengacu pada keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur terkait status siaga darurat bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin siklon tropis, cuaca ekstrem, gelombang pasang, dan abrasi yang berlaku sejak Desember 2025 hingga 8 Juni 2026.
Dampak banjir juga menyebabkan aktivitas pasar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lumpuh total akibat genangan air. Selain itu, talut penahan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilaporkan roboh sepanjang sekitar 30 meter.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait berencana segera melakukan perbaikan fasilitas publik yang rusak serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak guna mendukung pemulihan pascabencana.

Banjir bandang di Lembata tidak hanya merusak ratusan rumah dan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. Pemerintah daerah kini fokus pada penanganan darurat dan pemulihan, sementara status siaga darurat masih diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.***tvbw

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Banjir Bandang Terjang Lembata, 141 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas

Foto: Banjir Bandang Terjang Lembata, 141 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas.  INVESTIGASINEWS.CO Lembata, Nusa Tenggara Timur — ...