INVESTIGASINEWS.CO
Manggarai Timur – Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Congkar dan Kecamatan Elar kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu rusak parah dan dipenuhi bebatuan lepas, sehingga membahayakan pengguna serta menghambat aktivitas ekonomi warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada 2 Mei 2026, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.
Padahal, jalur ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat sekaligus akses penting menuju fasilitas publik, termasuk RS Pratama Watu Nggong.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin sulit dilalui, baik saat musim kemarau maupun musim hujan.
“Kami merasa dianaktirikan. Jalan ini adalah akses utama kami, tetapi kondisinya lebih mirip sungai kering saat kemarau dan kubangan lumpur saat hujan,” ujar seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.
Kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung pada meningkatnya biaya transportasi. Risiko kerusakan kendaraan yang tinggi membuat ongkos angkut hasil pertanian melonjak dan membebani ekonomi masyarakat.
Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan juga terganggu, terutama di jalur sekitar Watu Nggong menuju puskesmas. Kondisi ini dinilai berisiko bagi pasien darurat, termasuk ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.
Distribusi logistik dan hasil pertanian pun terhambat karena kendaraan roda empat maupun roda enam sulit melintasi jalan tersebut. Warga juga mencatat meningkatnya kecelakaan ringan serta kerusakan kendaraan akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Masyarakat berharap Penjabat Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai Timur segera turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi jalan serta mengalokasikan anggaran perbaikan pada tahun mendatang.
Mereka menegaskan bahwa pembangunan jalan harus dilakukan secara berkualitas sesuai standar teknis, bukan sekadar tambal sulam.
Warga juga menyinggung janji politik pemerintah daerah yang sebelumnya menekankan pembangunan infrastruktur selama lima tahun ke depan. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi ketertinggalan antarwilayah serta membuka akses hingga ke desa-desa.
Masyarakat Congkar dan Elar mendesak pemerintah daerah segera memprioritaskan perbaikan ruas jalan tersebut demi keselamatan publik dan peningkatan ekonomi lokal.
Mereka berharap komitmen pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi janji, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata.***fr
Komentar