Sejumlah 23 Orang Anggota Paskibra Langkat Terpapar Covid-19. Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Langkat

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Sejumlah 23 Orang Anggota Paskibra Langkat Terpapar Covid-19. Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Langkat

Senin, 16 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO
LANGKAT - Sebanyak 23 orang anggota pasukan pengibar bendera yang lolos seleksi dikabarkan terpapar covid-19.

Padahal, mereka akan tampil pada pengibaran bendera pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 76,  Selasa (17/8). 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, dr. H. Saiful Abdi, SE, SH, MPd membenarkan adanya anggota paskibra terpapar covid-19. 

Dari awal ketika mereka dinyatakan lolos dan masuk karantina, ada empat orang yang positif setelah diswab antigen," kata Saiful ketika dikonfirmasi, Senin (16/8). 
     
Akibat kejadian tersebut, menurutnya, keempat yang positif antigen langsung dipulangkan. Lalu,  keempatnya diganti. 
     
"Seiring berjalannya waktu, ya lebih kurang seminggu, kita mau memastikan, jangan nanti di hari H ada lagi yang terpapar covid. Karena itu, kita swab antigen, dan itulah hasilnya. 23 orang terpapar, Covid-19" bebernya. 

Dia pun menambahkan, mereka yang terpapar Covid tersebut telah diinstruksikan atau diperintahkan oleh Bupati Langkat, H Terbit Rencana untuk menjalani isolasi. 
     
"Ya dan mereka mengikuti semua dengan kegiatan secara virtual zoom. Jadi,  mereka nanti di hari H tetap mengikuti kegiatan melalui virtual zoom," tambahnya. 
     
Karena adanya yang terpapar, menurutnya, tidak ada kendala. 
Artinya, mereka yang terpapar tidak ikut dalam barisan, melainkan mengikuti kegiatan secara virtual. 

Jadi, kegiatan tetap berjalan sebagaimana layaknya pengibaran bendera", ujarnya. 
     
Walaupun begitu, mereka yang terpapar itu semuanya sehat, enggak ada yang demam, enggak ada yang batuk, enggak ada yang pilek, enggak ada dampak yang ditimbulkan. Tapi mereka antigen positif. 

Padahal peserta sangat ketat prosesnya. Yah,  mungkin kecapekan, dan kurang tidur, saja", tandasnya.***Subur Syahputra.