Vaksinasi Covid-19 di Siak, Serentak Dimulai Hari Ini

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Vaksinasi Covid-19 di Siak, Serentak Dimulai Hari Ini

Selasa, 02 Februari 2021
INVESTIGASINEWS.CO
SIAK. Kepala Dinas Kesehatan Siak, Dr. R. Tony Chandra, A,M.Ke kepadaa media investigasinews.co menyebutkan, bahwa hari ini, pencanangan pemberian vaksinasi yang dibuka oleh Bupati Siak, Alfedri yang diwakili Sekda Siak Arfan Usman.

Vaksinasi dilakukan di 14 kecamatan secara serentak, khusunya diberikan kepada petugas tenaga kerja kesehatan Kabupaten siak terlebih dahulu.

"Dimulai dari petugas puskesmas sampai kepustu. Ada 2185 orang yang tersebar di Kabupaten Siak yang diberikan pada gelombang pertama. Lalu, gelombang kedua kepada TNI, POLRi, dan gelombang ketiga kepada masyarakat dan yang ke empat diberikan kepada masyarakat penyerta penyakit homorbit", terang Tonny, Senin 01/02/2021.

Pemberian vaksinasi diprioritaskan kepada umur 18 tahun sampai 59 tahun, sehat, tidak ada penyakit homorgitnya.

"Vaksin civid ini tidak boleh diberikan kepada masyarakat  pasien yang pernah mengidap covid. Memang secara aturan dibolehkan karena vaksinnya terbatas dan masih banyak dibutuhkan, jadi pasien yang pernah terkena covid sudah ada anti body. Pemberian vaksin ini adalah membentuk anti body", tutup Kadis Kesehatan Siak ini.

Sementara itu, salah seorang warga, Doni, yang juga adalah sekretaris  Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Siak, menuturkan setelah dirinya disuntik vaksin covid-19 mengatakan, Tidak terjadi apa-apa.

"Alhamdulillah, tidak ada apa-apa yang terjadi, saya mendengar informasi-informasi yang menyebar kalau kena suntik bisa begini, begitu. Alhamdulillah sehat-sehat saja dan insyaallah tidak terjadi apa-apa", ujarnya kepada media INVESTIGASINEWS.CO, Senin 01/02/2021 di lokasi vaksinasi.

Setelah suntikan tersebut pasien diberikan waktu 30 menit untuk memastikan tidak ada efek apapun yang menyebabkan peserta terdampak dari hasil suntikkan tersebut.

"Saya rasa rileks, dalam prosedur pemberian suntikan tersebut melalui pengecekan yang ketat. Contohnya anggota DPRD Siak tidak bisa disuntik karena tensi darahnya tinggi, dan juga beberapa tokoh yang tak bisa disuntik juga", tutup DONI.***

Laporan: Komar
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO