INVESTIGASINEWS.CO | SIAK – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Siak, Marudut Pakpahan, S.H., menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mantan Bupati Siak, Arwin AS.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang berjasa meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Siak selama dua periode kepemimpinannya.
Marudut, yang telah menjadi anggota DPRD Kabupaten Siak selama empat periode sejak 2009, mengaku memiliki kesan mendalam terhadap sosok Arwin.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tenang, lembut, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah. Arwin juga dikenal sebagai Ketua Baitul Muslimin Indonesia, sayap organisasi PDI Perjuangan.
Menurut Marudut, sejak Kabupaten Siak resmi berdiri pada 12 Oktober 1999 melalui Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, Arwin memiliki peran penting dalam membangun fondasi pemerintahan dan infrastruktur daerah.
"Pak Arwin adalah Bapak Pembangunan Kabupaten Siak. Dibawah kepemimpinan beliau, Siak mampu tumbuh menjadi kabupaten yang diperhitungkan," ungkap Marudut, Sabtu 31/10/2026.
Ia menilai, membangun daerah yang baru dimekarkan bukanlah pekerjaan mudah.
Saat itu, pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan pegawai, perkantoran, dan anggaran. Namun, Arwin dinilai mampu merintis pembangunan pusat pemerintahan sekaligus membuka akses infrastruktur menuju berbagai kampung dan kecamatan.
Salah satu warisan pembangunan yang paling dikenang adalah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.
Menurut Marudut, pembangunan jembatan tersebut merupakan gagasan strategis Arwin untuk mengatasi keterisolasian wilayah sekaligus menghadirkan ikon kebanggaan Kabupaten Siak.
Jembatan sepanjang sekitar 1.196 meter itu mulai dirancang pada 2001 dan diresmikan pada 2007.
Hingga kini, jembatan tersebut menjadi salah satu simbol kemajuan pembangunan dan identitas Kabupaten Siak.
Selain infrastruktur, Marudut juga mengenang upaya Arwin dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi daerah melalui pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD), termasuk PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Ia mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Arwin mengenai pentingnya keberadaan BUMD untuk memperkuat kemampuan ekonomi daerah dan memperjuangkan kepentingan Kabupaten Siak.
Marudut mengatakan, dirinya masih berkesempatan berdiskusi dengan almarhum meskipun telah lama berkecimpung di DPRD Kabupaten Siak. Baginya, Arwin bukan sekadar mantan kepala daerah, melainkan sosok yang meninggalkan jejak penting dalam perjalanan pembangunan Siak.
"Terima kasih, Pak Arwin. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang. Perjuanganmu di dunia telah selesai, tetapi warisan pembangunan yang engkau tinggalkan akan terus dirasakan masyarakat," tuturnya.
Marudut pun mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Komentar