MANGGARAI TIMUR, INVESTIGASINEWS.CO – Jaringan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 50 meter di Desa Legur Lai, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar hingga rusak total akibat kebakaran lahan pada Rabu (28/10/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan distribusi air bersih ke rumah-rumah warga terhenti dan menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya kebutuhan air bersih masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat Desa Legur Lai, kebakaran lahan tersebut berdampak langsung pada jaringan pipa yang menjadi bagian dari fasilitas umum penyediaan air bersih.
Hingga Kamis (29/10/2026), identitas pihak yang diduga melakukan pembakaran lahan belum diketahui.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan sejumlah material pipa paralon meleleh dan rusak akibat paparan api. Sisa-sisa pipa terlihat bercampur dengan abu pembakaran serta arang dedaunan kering di sekitar lokasi.
Kerusakan jaringan pipa tersebut menyebabkan penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga terputus. Kondisi ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat yang mengandalkan jaringan tersebut untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Desa Legur Lai mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas pembersihan lahan dan perkebunan, terutama di sekitar jalur jaringan pipa air bersih.
"Kepada warga yang memiliki lahan di sepanjang jalur pipa agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membersihkan lahan", ujar salah seorang Pemerintah Desa Legur Lai.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah kebakaran serupa yang dapat merusak fasilitas umum dan merugikan masyarakat luas.
S"Karena slain berpotensi merusak infrastruktur, pembakaran lahan yang tidak terkendali juga dapat mengganggu aktivitas warga serta menghambat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kita", lanjutnya.
Sementara, masyarakat Desa Legur Lai berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah penanganan darurat, termasuk memperbaiki jaringan yang rusak dan menyediakan pipa pengganti agar distribusi air bersih dapat kembali normal.
"Perbaikan jaringan tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari", harapnya.
Penyebab pasti kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab saat ini masih dalam penelusuran lebih lanjut pihak APH.***ep
Liputan Kepala Perwakilan Wilayah NTT: EP
Komentar