INVESTIGASINEWS.CO
Lembata – Bupati Kanis Tuaq melantik pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Aubala Daerah Irigasi Waikomo periode 2026–2030 di area persawahan Watotena, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Senin (3/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, bupati menegaskan pentingnya pengelolaan sumber air secara efisien dan adil guna mendukung pertanian dan kehidupan masyarakat di kawasan Waikomo.
Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan, maupun hewan. Karena itu, setiap sumber air perlu dijaga dan dilestarikan demi keberlangsungan kehidupan.
Salah satu sumber air penting bagi masyarakat, khususnya para petani di kawasan Waikomo, adalah aliran air di Kali Waikomo yang berada di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan.
Dalam sambutannya, Bupati Kanis Tuaq mengatakan pengelolaan air irigasi harus dilakukan secara efektif dan berkeadilan agar dapat menunjang aktivitas pertanian masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengurus P3A memiliki peran strategis dalam mengatur distribusi air bagi para petani.
“Pengukuhan pengurus ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban dalam mengelola dan menjaga sistem irigasi secara baik,” kata Kanis Tuaq.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II DPRD Lembata Gwura Fransiskus, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Lembata Blasius Hulele Gole, Ketua Fraksi Golkar Petrus Gero, serta perwakilan PT SMJ Lembata Stanis Kebesa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kinerja P3A di lapangan.
Bupati menjelaskan bahwa P3A yang berlandaskan semangat gotong royong dan wawasan lingkungan diharapkan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan jaringan irigasi tersier di lahan basah kawasan Waikomo. Menurutnya, tantangan pengelolaan air akan semakin kompleks seiring perubahan iklim, modernisasi sistem irigasi, dan upaya peningkatan produktivitas pangan.
Ia juga menekankan bahwa pengurus P3A yang baru dilantik harus mampu menjalankan mandat dengan baik, termasuk mengelola distribusi air secara transparan, membangun komunikasi efektif dengan para petani, serta menjaga dan memelihara jaringan irigasi.
Di kawasan Waikomo sendiri terdapat delapan kelompok tani yang sangat bergantung pada pasokan air untuk kebutuhan pertanian. Oleh karena itu, bupati menekankan pentingnya sikap kepemimpinan yang adil dalam proses pembagian air agar tidak menimbulkan konflik di kalangan petani.
“P3A diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih maju dan modern,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lembata, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan P3A melalui pembinaan berkelanjutan, sinergi program lintas sektor, serta pendampingan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.
Di penghujung acara, para petani diberi kesempatan berdialog secara terbuka dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi serta memberikan masukan demi kemajuan sektor pertanian dan program pembangunan daerah lainnya.***tvbw
Komentar