Oknum Hakim Terima Suap, Dipecat

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

google.com, pub-6268007456478727, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HU-KRIM

Oknum Hakim Terima Suap, Dipecat

Rabu, 12 Oktober 2022
Foto: Komisi Yudisial.

INVESTIGASINEWS.CO 
NASIONAL - Majelis Kehormatan Hakim (MKH) memecat hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, inisial HGU, karena menerima suap. MKH dibentuk oleh Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY).

"Demi menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran, martabat, serta perilaku hakim, MKH menyatakan bahwa Terlapor dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat," kata Ketua MKH Joko Sasmito pada sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH), baru baru ini, Selasa 30/08/2022.

HGU lahir di Sori Sori, Serani, pada 29 April 1977. Saat itu ia menempati golongan Pembina IVA.

HGU dipecat karena menjadi mafia perkara saat berdinas di PN Tarakan. Ia menerima suap untuk menjanjikan memenangkan peninjauan kembali (PK).

Namun usahanya sia-sia. MA menolak PK tersebut.

Pihak yang telah membayar HGU tidak terima dan melaporkan hal itu ke KY. Akhirnya HGU diproses etik dan dipecat.

"Hakim HGU terbukti melanggar Angka 1 Butir 2.2, Angka 2 Butir 2.1 ayat (1), Angka 2 Butir 2.2 ayat (1), Angka 5 Butir 1.3., Angka 5 Butir 1.4., Angka 7 Butir 7.2 ayat (1), Angka 7 Butir 7.3.1 Surat Keputusan Bersama MA dan KY No.047/KMA/SKB/IV/2009 dan Nomor 02/SKB/P.KY/lV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim," beber Joko.

Untuk diketahui, saat menjadi hakim di PN Tarakan, HGU pernah menjatuhkan hukuman mati kepada bandar narkoba Muhammad Irfan. Pelaku mengaku tiga kali beraksi dalam estafet pengiriman sabu. Jalur sabu itu dari Malaysia-Tarakan.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Muhammad Irfan alias Irfan bin Abdullah tersebut oleh karena itu dengan pidana mati," putus HGU pada 2019 silam.***asp/zap

Laporan: red.ir
Sumber: detik.com