Lansia Tinggal di Gubuk Reot, Potret Kemiskinan di Kabupaten 'Cemerlang'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM


Lansia Tinggal di Gubuk Reot, Potret Kemiskinan di Kabupaten 'Cemerlang'

Sabtu, 23 April 2022
Kondisi kediaman Nenek Hopia, Lansia 81 tahun.

INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL– Beginilah kondisi kediaman Nenek Hopia 81 Lansia berumur 81 Tahun Warga Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hidup sendirian di dalam gubuk tak layak huni (Reot) dan tanpa penerangan, dikarenakan tidak adanya jaringan/ aliran listik

Disaat Pemerintah Dearah tengah sibuk evoria merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten yang ke-9 Tahun, gembar-gembor "PALI CEMERLANG" bahkan dijuluki Segitiga Emas ini, sangat disayangkan jika terdapat warganya, yang mengeluh, karena tidak pernah tersentuh program kesejahteraan yang digalakkan oleh pemerintah

Saat disambangi awak media, Nenek Hopia menceritakan dirinya yang kerap sakit kerena faktor usia, karena tidak adanya BPJS setiap kali dirinya berobat selalu membayar,
tak hanya BPJS Nenek Hopia juga tidak pernah merasakan ada setiap program Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah 

Nenek Hopia yang kesaharinya bekerja sebagai buruh tani, di lahan lahan warga, yang memerlukan tenaganya sebagai tukang rumput, dikarenakan sudah tua dan sebatang kara, ia hanya mengandalkan orang-orang dermawan dan bantuan dari tetangga tetangga dekatnya, untuk makan sehari harinya guna menyambung hidup selain tukang rumput, nenek Hopia nyambi berjualan sapu lidi berharap dapat tambahan.

"Saya bekerja sebagai tukang rumput di kebun warga yang masih membutuhkan tenaga saya, karena sudah tua dan sendirian kadang ada orang-orang demawan memberikan bantuan selain tetangga dekat-dekat sini, selain itu keseharian saya membuat sapu lidi untuk dijual supaya bisa menghasilkan uang selain untuk keperluan sehari-hari dan berobat jika saya sakit", paparnya saat dibincangi awak media, Jumat 22/04/2022.

Sementara itu, Alamsyah warga setempat mengeluhkan dan berharap pihak pemerintah PALI dapat membantu dan memperhatikan warga yang  meski dari pelosok "Kampung" atupun Desa yang belum terdata agar dapat menerima setiap bantuan dari pemerintah dan agar bantuan pemerintah tersebut benar-benar diterima oleh warga yang layak.

"Saya berharap kepada pemerintah khususnya Pemkab PALI agar dapat memperhatikan warga pelosok Kampung maupun desa-desa khususnya warga miskin yang belum terdata sebagai penerima manfaat setiap program pemerintah, seperti yang di alami Nenek Hopia ini kan sangat memperihatinkan selain tinggal sendirian di gubuk reot yang berlantai tanah tanpa adanya listik untuk peneranangan, ditambah lagi ketika hujan air menggenang seperti kubangan di dalam gubuk dikerenakan atap Bocor," jelas Alamsyah.

Di tempat yang sama, Suryana tetanga Nenek Hopia mengatakan bahwa ia pernah mengusulkan agar dapat bergotong royong guna benahi rumah rersebut.

"Kami pernah mengusulkan untuk melakukan gotong royong bersama-sama masyarakat untuk memperbaiki rumah nenek Hopia, karena rumahnya tak lagi layak, atapnya sudah banyak yang bocor. Sebagai tetangga tentu saja kami merasa iba dengan keadaan Nenek Hopia ini. Namun sayangnya niat gotong royong ini belum sepenuhnya terwujud dikarenakan keterbatasan kami juga, dan tentunya kami berharap dengan adanya banyak pemberitaan seperti ini pihak Pemerinta terketuk hatinya untuk merespon bahkan turun langsung untuk membantu meringankan beban hidup nenek Hopia ini", jelas Suryana.

Suryana Menambahkan di era seperti sekarang ini yang banyak Program Pemerintah Pusat maupun Daerah yang digaungkan untuk kesejahteraan Masyarakat Mulai dari Bedah Rumah, Jaminan kesehatan yang Layak.

"Tidak seharusnya Nenek Hopia menghabiskan masa tuanya dengan keadaan seperti ini", pungkasnya.

Sementara, pihak pemerintah setempat dalam hal ini melalui Dinas Terkait, belum bisa didapat keterangan secara resmi.

Diberitahukan:
Nenek Hopia tinggal di Desa Suka Manis, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, tepatnya di dusun 1.

Kepada para dermawan dan donatur yang ingin membantu silakan datang langsung, dikarenakan Beliau Sangat membutuhkan Uluran Tangan Para Dermawan.***MD

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Aksi Solidaritas Wartawan Banten Tolak RUU Penyiaran

Foto: Aksi Solidaritas Wartawan Banten Tolak RUU Penyiaran.  INVESTIGASINEWS.CO Banten - Solidaritas Wartawan Provinsi Banten ya...