Petani Padi di Bunga Raya Mengeluh, Akibat Hama, Produksi Padi Anjlok 4-5 Ton Perhektar

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Petani Padi di Bunga Raya Mengeluh, Akibat Hama, Produksi Padi Anjlok 4-5 Ton Perhektar

Senin, 07 Januari 2019

INVESTIGASINEWS.CO
BUNGA RAYA. Ahad 06/01/2019. Petani tanaman padi di awal tahun 2019, panen tanaman padinya mengalami penurunan produksi. Pasalnya tanaman padi petani mengalami penyakit jamur atau semacam busuk leher. Akibatnya padi yang dipanen isi padinya banyak yang kosong, alias tak berisi.

Padi yang ditanam oleh petani di Kecamatan Bungaraya bervariasi, ada padi legowo, padi serang, padi impary 42. Padi  yang berdampak terkena serangan penyakit jamur atau busuk leher rata-rata yaitu padi impary atau IR 42.

Rusnan petani asal Bungaraya, saat ini menanam tananam padi label 07 yang termasuk juga padi 42 IR lebih kurang 1 hektar, dan tak lama lagi akan panen. Ia merasa cemas dengan hasil panen padinya tahun ini, sebab padinya sudah banyak yang terkena busuk leher.

Rusnan menilai tanaman padinya saat ini jika di panen, ia perkiraan sekitar 3 ton. Artinya, jauh meleset dari sebelumnya yang sudah- sudah, yaitu panen padinya  mencapai 7 ton perhektar.

"Saya sudah melakukan berbagai upaya pengobatan, penyemprot hama pada tanaman padi saya yang diserang hama. Namun pun demikian tak juga teratasi hingga sampai menunggu panen saja nanti, berapa hasilnya yang didapat", keluh Rusnan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan oleh INVESTIGASINEWS.CO dari petani, petani yang baru panen dalam 1 hektar hanya mendapapat 2 ton padi basah.

NASIR PPL bungaraya ketika dikonfiermasi INVESTIGASINEWS.CO, membenarkan bahwa tanaman padi Kecamatan Bungaraya saat ini mengalami serangan hama. Ini disebabkan oleh faktor alam  karena tingginya curah hujan yang turun menerus, sehingga tanaman padi berdampak rentan penyerangan hama penyakit.

"Tanaman padi yang banyak diserang oleh hama itu bukan ajuran dari pemerintah dan tanaman yang kita ajurkan itu kepada petani yaitu padi legowo", kilah Nasir.***komar