Foto: Tiga Sektor Industri Siap Masuk Lembata, Pemkab Gelar Rapat Evaluasi Bersama Investor (Bupati Lembata: Kanis Tuaq).
INVESTIGASINEWS.CO
Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar rapat evaluasi bersama pimpinan tiga investor yang akan menanamkan modal di daerah tersebut. Rapat ini membahas pengembangan industri garam, perikanan, serta sektor pendukung lainnya, setelah dilakukan peninjauan lapangan selama dua hari. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Lembata, Kanis Tuaq, di ruang rapat bupati, Jumat (23/1/2026).
Rapat dihadiri perwakilan investor, tim koordinator lapangan, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam pertemuan tersebut, PT PLN Cabang Lembata menyampaikan bahwa kapasitas daya listrik saat ini masih mencukupi. Namun, PLN menilai perlu adanya cadangan listrik berkapasitas lebih besar untuk menjamin kelancaran operasional fasilitas industri, seperti cold storage dan tempat penyimpanan ikan.
Investor sektor minyak, Agus Suprijanto, memaparkan kebutuhan utama berupa reaktivasi Pelabuhan Jober. Ia menekankan pentingnya perbaikan teknis dan operasional pelabuhan agar mampu mendukung aktivitas bongkar muat kapal.
Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan jalur khusus dari kawasan industri menuju pelabuhan industri untuk mengantisipasi peningkatan volume produksi dan aktivitas kapal berukuran besar.
Sementara itu, investor garam, Kaseno, menjelaskan alasan memilih Lembata sebagai pusat pengembangan produksi garam konsumsi nasional. Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas serta intensitas panas matahari yang tinggi menjadi keunggulan utama daerah ini.
“Jika produksi garam Lembata berhasil, maka ini dapat meminimalisir ketergantungan Indonesia terhadap garam impor,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari ketersediaan lahan sekitar 5.000 hektare, potensi produksi garam diperkirakan mencapai 400 hingga 500 ton per hari pada tahap awal, dan dapat meningkat hingga 1.000 ton per hari dalam jangka panjang.
Investasi ini akan memanfaatkan teknologi modern yang dipadukan dengan sistem penguapan alami berbasis panas matahari.
Kaseno berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dapat mendorong pengembangan industri garam yang lebih modern dan efisien.
Bupati Lembata, Kanis Tuaq, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan industri garam dan perikanan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada investor.
"Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta untuk membangun ekosistem industri yang saling mendukung", ujar Bupati.
Ia juga memaparkan sejumlah potensi daerah yang menjadi modal utama, di antaranya ketersediaan tenaga kerja, sumber daya alam yang melimpah, serta kondisi iklim yang sangat mendukung.
"Pemkab berkomitmen memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan fasilitas pendukung, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta mempercepat proses perizinan melalui OPD terkait", sambungnya.
Dengan masuknya tiga sektor industri tersebut, Pemkab Lembata berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.***tvb
Komentar