Makan Bergizi Gratis Berujung Infus: Potret Buram Pengelolaan MBG di Kandis Kabupaten Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Makan Bergizi Gratis Berujung Infus: Potret Buram Pengelolaan MBG di Kandis Kabupaten Siak

Selasa, 20 Januari 2026
Foto: Makan Bergizi Gratis Berujung Infus: Potret Buram Pengelolaan MBG di Kandis Kabupaten Siak (foto illusttasi). 


INVESTIGASINEWS.CO
SIAK — Puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, dilaporkan mengalami diare massal usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 21 siswa harus mendapatkan perawatan medis berupa infus, sementara siswa lainnya ditangani langsung oleh tenaga kesehatan di lingkungan sekolah. 

Menyikapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak menutup sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, membenarkan adanya laporan gangguan kesehatan tersebut. 

Ia mengatakan laporan diterima pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB dari pihak sekolah melalui pesan WhatsApp.

“Setelah menerima laporan, Kepala SPPG, ahli gizi, dan asisten lapangan langsung turun ke lokasi. Di sekolah ditemukan sejumlah siswa mengalami diare. Sebagian dibawa ke klinik terdekat, sementara lainnya ditangani di sekolah dengan bantuan tenaga medis,” ujar Lisa.

Dari hasil penanganan medis, tercatat 21 siswa menjalani perawatan lanjutan dengan tindakan infus, sementara siswa lain hanya mengalami gejala ringan.

Berdasarkan penelusuran internal SPPG, kejadian ini diduga berkaitan dengan proses pengolahan menu MBG yang didistribusikan pada Senin (12/1/2026). 

Lisa menjelaskan, pada Minggu (11/1/2026), dapur SPPG menerima bahan baku untuk persiapan produksi. Saat proses memasak pada Senin pagi, ahli gizi menemukan salah satu bumbu pelengkap dalam kondisi kurang baik.

“Ahli gizi sudah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru,” katanya.

Meski demikian, pada proses pengolahan menu untuk pengantaran siang, diketahui bumbu yang sebelumnya dinyatakan tidak layak tetap digunakan oleh tim masak dengan menambahkan baking powder, dengan asumsi dapat mengurangi rasa asam. 

Menu tersebut kemudian didistribusikan mulai pukul 10.30 WIB ke sejumlah sekolah dan posyandu, termasuk SMKN 1 Kandis.

Hingga Senin sore pukul 17.00 WIB, belum ada laporan keluhan dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Keluhan baru muncul keesokan harinya, Selasa pagi, ketika pihak SMKN 1 Kandis melaporkan sejumlah siswa mengalami diare secara bersamaan.

Dalam proses pendataan lanjutan, tim SPPG menemukan bahwa salah satu siswa yang mengalami diare tidak mengonsumsi menu MBG karena sedang berpuasa. 

Hal ini menunjukkan tidak seluruh kasus dapat langsung dikaitkan dengan konsumsi makanan program tersebut.

Sebagai langkah antisipasi dan kehati-hatian, BGN Kabupaten Siak memutuskan menutup sementara dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Tuah Karya. 

Penutupan dilakukan hingga seluruh persyaratan dan standar operasional prosedur keamanan pangan dipenuhi.

BGN menegaskan proses evaluasi dan pemeriksaan masih terus berlangsung. 

Pihaknya meminta masyarakat menunggu hasil investigasi lanjutan sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut.***komar

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Defisit. TPP Dipeluk Erat, Pemda Siak Gagal ‘Diet’, Sekda Tetap Kantongi Rp1 Miliar. Berikut Besaran TPP di Siak

Foto: Defisit. TPP Dipeluk Erat, Pemda Siak Gagal ‘Diet’, Sekda Tetap Kantongi Rp1 Miliar. Berikut Besaran TPP di Siak.  INVESTI...