Kenapa dr Spesialis Di Siak Banyak Keluar?

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Kenapa dr Spesialis Di Siak Banyak Keluar?

Selasa, 14 November 2017

INVESTIGASINEWS.CO
SIAK.Dana insentif dr Spesialis di RSUD Tengku Rafi’an Siak sangat minim, sehingga dr spesialis memilih mundur dari pengabdianya di RSUD Siak. Selain itu, peralatan kesehatan banyak yang rusak, dan tidak pernah dikalibrasi, dan penyelengaraan Blud yang perlu dievaluasi. Hal itu disampaiakan Syamsurizal, Senin 13/11/2017 saat memberikan pandangan dari fraksi DKPS paripurna atas Nota Keuangan RAPBD tahun 2018 di siak.

“Saat ini dr Spesialis banyak yang keluar karena tunjangan insentifnya dikurangi, sebelumnya dianggarkan Rp.20 jt/bulan, tahun ini Rp.15 jt/bulan. Hal ini tentu membuat pelayanan di RSUD terganggu,” tegas Syamsurizal.

Melanjutkan, “Kami mengusulkan insentif Rp.30 jt/bulan, bukan justru dikurangi menjadi Rp.15 jt. Harapannya dapat ditingkatkan menjadi Rp.30 jt, dengan catatan apabila dr tidak hadir diberi sangsi dengan pemotongan gaji. Kami mengusulkan anggaran untuk kalibrasi alat kesehatan setiap tahun, alat yang ada sekarang tidak pernah dikalibrasi, dr saja ragu atas hasil cek dari alat tersebut, apalagi masyarakat. Dan kami melihat subsidi ke RSUD sangat kurang, sehingga obat saja tahun lalu berhutang dengan pihak ke 3. Ini penting menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat berobat ke rumah sakit tidak menjadi momok yang besar bagi masyarakat,” tegas Syamsurizal.

Direktur RSUD Tengku Rafi’an Siak Benny Chairuddin usai patipurna saat dikonfirmasi menjelaskan, “Bagi dr Spesialis memang mengecewakan, sampai sekarang sudah 4 dr Spesialis yang keluar, dan ada 2 sudah komunikasi mau keluar. Sebelumnya jumlah dr spesialis kita ada 22 orang. Yang sudah keluar dr spesialis saraf, bedah tulang, bedah dan radiologi. Dengan mereka keluar, pelayanan tentu tergangu, kalau pas dokter tidak ada, kita tidak bisa melayani,” kata Benny.

Dijelaskan Benny, hampir semua dr Spesialis yang tugas di Siak menegaskan, tidak ada penghasilan tambahan selain dari RSUD, tidak ada tempat praktik lain yang bisa jadi sumber pendapatan tambahan. Sementara kebutuhan mereka besar, dan menyatakan tidak sanggup mengabdi di Siak.

"Kalau di Siak para dokter spesialis agak susah membuka praktek di rumah atau ditempat lain. Jadi mereka hanya mengharap instensif ini lah. Beda dengan Pekanbaru. Kalau di sana bisa mereka buka praktek di rumah. Kalau di sana mungkin para dokter ini mau insentif sebesar itu. Kita ajukan tahun 2018 senilai Rp 30 juta. Itu nantinya juga tergantung basis kinerja. Kalau mereka tidak masuk kerja kita potong sebesar Rp 1juta/hari. Ini kita lakukan agar tidak ada kecemburuan antar dokter", tutup Benny.***sf


Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Irving Kahar Tegaskan Kaderisasi dan Ideologi Jadi Kunci Kemenangan PDI Perjuangan di Siak

Foto: Irving Kahar Tegaskan Kaderisasi dan Ideologi Jadi Kunci Kemenangan PDI Perjuangan di Siak. INVESTIGASINEWS.CO SIAK — Ket...