Jalan Lempang Paji–Golo Lebo–Legurlai Rusak Parah, Aktivis Desak Pemkab Manggarai Timur Segera Bertindak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Jalan Lempang Paji–Golo Lebo–Legurlai Rusak Parah, Aktivis Desak Pemkab Manggarai Timur Segera Bertindak

Jumat, 29 Mei 2026
Foto: Jalan Lempang Paji–Golo Lebo–Legurlai Rusak Parah, Aktivis Desak Pemkab Manggarai Timur Segera Bertindak. 

INVESTIGASINEWS.CO
Manggarai Timur – Kondisi ruas jalan Lempang Paji–Golo Lebo–Legurlai, tepatnya di wilayah Dor, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, kembali menjadi sorotan. Jalan yang merupakan akses utama penghubung Kecamatan Elar Selatan dan Kecamatan Elar itu kini mengalami kerusakan parah dan dinilai tidak lagi layak dilintasi.

Kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut dinilai belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. 

Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.

Saat musim hujan, ruas jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengalami kesulitan saat melintas. 

Bahkan, tidak sedikit pengendara yang terjatuh dan terpaksa mendorong kendaraannya akibat buruknya kondisi infrastruktur tersebut.
Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Feribertus Raja, yang akrab disapa Bung Feril, menilai pemerintah daerah terkesan membiarkan masyarakat terus hidup dalam keterisolasian akibat jalan rusak yang belum juga diperbaiki.

“Sudah terlalu lama masyarakat menderita karena kondisi jalan ini. Setiap musim hujan, warga harus mempertaruhkan keselamatan saat melintas. Pertanyaannya, sampai kapan pemerintah daerah terus menutup mata?” kata Bung Feril.

Menurutnya, kerusakan jalan di wilayah Dor bukan hanya persoalan infrastruktur, melainkan telah berkembang menjadi masalah sosial dan ekonomi yang serius. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama distribusi hasil pertanian masyarakat dari Desa Kaju Wangi, Desa Golo Lebo, dan Desa Legurlai.

Akibat kondisi jalan yang rusak, biaya transportasi meningkat, harga kebutuhan pokok ikut terdongkrak, dan pendapatan petani berkurang. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan harus menghadapi risiko lebih besar karena sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.

Bung Feril menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terus menjadikan masyarakat di wilayah Rembong Raya sebagai korban ketimpangan pembangunan. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk segera mengambil langkah konkret dengan memasukkan perbaikan ruas jalan Lempang Paji–Golo Lebo–Legurlai sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Jalan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika jalan rusak, ekonomi lumpuh, akses kesehatan terhambat, dan pendidikan ikut terdampak. Pemerintah daerah harus berhenti memberi janji dan mulai bekerja menghadirkan solusi nyata,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Kecamatan Elar Selatan dan Kecamatan Elar memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan yang layak sebagaimana masyarakat di wilayah lain di Kabupaten Manggarai Timur. Karena itu, pemerintah daerah dituntut membuktikan keberpihakannya kepada rakyat melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.

Hingga kini, masyarakat masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Jika kerusakan jalan vital tersebut terus dibiarkan, kritik terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat diperkirakan akan semakin menguat.***f.red

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Plang Satgas PKH Berdiri di Tengah Kebun, Pengelolaan Lahan PT TKWL Dipertanyakan

Foto: Plang Satgas PKH Berdiri di Tengah Kebun, Pengelolaan Lahan PT TKWL Dipertanyakan.  INVESTIGASINEWS.CO SIAK – Ketika HGU ...