Foto: Bupati Lembata Lepas 21 Calon Mahasiswa ke Semarang, Kuliah Sambil Kerja Jadi Peluang Emas Tingkatkan SDM Daerah.
INVESTIGASINEWS.CO
Lembata – Sebanyak 21 calon mahasiswa asal Kabupaten Lembata resmi dilepas oleh Bupati Lembata, Kanis Tuaq, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/5/2026).
Mereka akan menempuh studi di Universitas Abdi Karya Indonesia (UNAKI) melalui program kuliah sambil kerja yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lembata dan UNAKI Semarang.
Program tersebut menjadi terobosan baru karena mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan penempatan kerja bagi mahasiswa daerah. Skema ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dalam bentuk kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan perguruan tinggi.
Acara pelepasan berlangsung di ruang rapat Bupati Lembata dan dihadiri Koordinator Bupati Lembata Paskalis Wato, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Rafael B., Kepala Dinas Pendidikan, para calon mahasiswa, serta orang tua dan wali mahasiswa.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Lembata, Rafael B., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kebijakan resmi Pemerintah Kabupaten Lembata yang dijalankan atas arahan langsung Bupati Kanis Tuaq.
Menurut Rafael, kerja sama dengan UNAKI Semarang menjadi model pertama di Indonesia yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sekaligus bekerja. Pada tahap awal, sebanyak 21 peserta diberangkatkan dan akan menempati fasilitas penginapan yang telah disiapkan.
"Sebelum mulai kuliah dan bekerja, para calon mahasiswa akan mengikuti pelatihan selama tiga minggu. Program ini akan berjalan secara bertahap. Setelah gelombang pertama mulai bekerja, gelombang berikutnya akan menyusul," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat 53 mahasiswa asal Lembata yang sedang menempuh pendidikan di UNAKI Semarang.
Sementara itu, Paskalis Wato menyebutkan bahwa program studi yang akan diambil para calon mahasiswa meliputi Manajemen, Akuntansi, Perpajakan, Psikologi, dan Sistem Informasi.
"Kami berharap kerja sama ini dapat diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara resmi sehingga program dapat berjalan berkelanjutan," kata Paskalis.
Dalam sambutannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa program kuliah sambil kerja merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Lembata.
Ia berpesan kepada para calon mahasiswa agar menjaga disiplin, bertanggung jawab, dan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
"Kuliah sambil kerja membutuhkan komitmen, ketekunan, dan manajemen waktu yang baik. Karena itu, saya meminta para mahasiswa untuk serius menjalani proses ini," ujar Kanis Tuaq.
Bupati juga mengajak para orang tua dan wali untuk terus memberikan dukungan moral serta doa kepada anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di perantauan.
Salah seorang calon mahasiswa, Stefen Wato, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kesempatan kuliah sambil bekerja akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan biaya hidup selama masa studi.
"Saya bersyukur karena melalui program ini saya bisa membantu membiayai kuliah dan kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan, sehingga tidak terlalu membebani keluarga," tuturnya.
Program kuliah sambil kerja ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lembata dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda daerah.***tvbw
Komentar