Foto: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lembata Siap Berbagi Buku Literasi (Kadis Perpustakaan Kearsipan Daerah Lembata, Ansel Ola Bahy).
INVESTIGASINEWS.CO
Lembata — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lembata menyatakan kesiapan untuk berbagi berbagai jenis buku kepada masyarakat sebagai sumber literasi. Program ini ditujukan bagi sekolah, taman baca masyarakat, perpustakaan desa, serta kelompok sosial yang membutuhkan bahan bacaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lembata, Ansel Ola Bahy, mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi berbagai pihak yang ingin memanfaatkan koleksi buku tersebut. Hal itu disampaikannya kepada Investigasinews.co di ruang kerjanya pada 10 Maret 2026.
“Kami dengan senang hati siap berbagi berbagai macam buku yang dapat menjadi sumber literasi bagi semua pihak yang membutuhkan, mulai dari berbagai jenjang sekolah, taman baca masyarakat, perpustakaan desa, hingga kelompok-kelompok sosial di masyarakat,” ujar Ansel.
Ia menjelaskan, pihak yang berminat dapat datang langsung ke kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lembata yang berada di kompleks Kantor Bupati Lama, Jalan Trans Lembata.
Menurut Ansel, pemohon yang ingin mendapatkan buku perlu memenuhi beberapa persyaratan administratif. Salah satunya adalah membawa materai dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai syarat untuk meminjam koleksi buku dari dinas tersebut.
“Setelah itu, pemohon dapat memilih buku sesuai kebutuhan. Buku-buku tersebut bersifat titipan dan setelah tiga bulan akan ditarik kembali untuk diganti dengan buku lainnya,” jelasnya.
Ansel menambahkan, buku merupakan gudang ilmu pengetahuan, sedangkan membaca adalah kunci untuk membuka berbagai wawasan. Dengan membaca, seseorang dapat memperoleh banyak informasi dan pengetahuan tentang berbagai hal.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya membaca dengan pemahaman, bukan sekadar menghafal. Menurutnya, di masa lalu sebagian peserta didik membaca hanya untuk menghafal materi agar dapat naik kelas, namun cara tersebut dinilai kurang tepat dalam proses literasi.
“Seharusnya membaca dilakukan dengan pemahaman agar isi bacaan dapat dimengerti dan menjadi sumber literasi yang bermanfaat. Dari situ akan lahir inspirasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Ansel berharap program literasi dapat terus dikembangkan oleh berbagai pihak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Menurutnya, menumbuhkan minat baca sejak usia dini merupakan langkah edukatif yang penting untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pengetahuan generasi muda.
Ia menegaskan, budaya membaca perlu ditanamkan secara bersama-sama agar masyarakat semakin terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan pengalaman baru.***
(Tvbw)
Komentar