13 Desa di Lembata Masuk Tahap Implementasi Pembangunan SPPG

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


13 Desa di Lembata Masuk Tahap Implementasi Pembangunan SPPG

Selasa, 03 Maret 2026
Foto: 13 Desa di Lembata Masuk Tahap Implementasi Pembangunan SPPG (Bupati Lembata pimpin rapat percepatan pembanguan SPPG). 

INVESTIGASINEWS.CO
Lembata – Sebanyak 13 desa di Kabupaten Lembata didorong untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Percepatan tersebut ditegaskan Bupati Lembata, Kanis Tuaq, saat memimpin rapat percepatan pembangunan SPPG di ruang rapat bupati, 2 Maret 2026.

Desa-desa yang masuk tahap implementasi pembangunan SPPG yakni Ile Kerbau, Nuba Atalojo, Bolibean, Atakore, Dulir, Nubaboli, Puor B, Atakera, Lamalera A, Tapobali, Atawai, Lusilame, dan Dusun Lamanuna.

Rapat tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Irenius Suciadi, S.H., M.Si., para kepala desa terkait, perwakilan Badan Gizi Nasional, serta perwakilan PT Krakatau Sarana Properti.

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan pentingnya laporan perkembangan (progress report) dari setiap titik pembangunan agar dapat ditindaklanjuti secara terukur dan berkelanjutan. Ia meminta seluruh tahapan pekerjaan dipantau secara sistematis.

“Pekerjaan akan berjalan sesuai target apabila setiap tahapan memiliki jadwal yang jelas dan dievaluasi secara berkala,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa lahan y
ang digunakan untuk pembangunan SPPG harus memiliki status hukum yang jelas guna menghindari persoalan di kemudian hari.
 
Selain itu, kesiapan administrasi dan komunikasi yang responsif antar pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting keberhasilan program tersebut, mengingat masih terdapat kendala koordinasi dengan sejumlah pihak.

Ia mengungkapkan, selain 13 titik yang telah berjalan, terdapat lima desa tambahan yang diusulkan masuk dalam program pembangunan SPPG, yakni Desa Alap Atadei, Desa Puor, Dusun Dangalangu, Dusun Wade, dan Desa Banitobo.

Perwakilan PT Krakatau Sarana Properti menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel yang mencakup puluhan titik di wilayah Nusa Tenggara Timur. 

Tahap awal pekerjaan meliputi pembuatan lantai kerja berukuran 16 x 11 meter dan pembangunan rumah berukuran 10 x 15 meter sesuai standar Badan Gizi Nasional.

Bupati Kanis Tuaq kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata untuk memastikan program berjalan sukses hingga menjangkau wilayah terpencil.
 
Menurutnya, dengan evaluasi rutin, jadwal kerja yang terstruktur, serta dukungan pemerintah dan mitra kerja, pembangunan SPPG di Kabupaten Lembata diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.***tvbw

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

DESA-HAN

Opini oleh: Feribertus INVESTIGASINEWS.CO Dulu desa dekat dengan hak asal usul untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan rumah ...