INVESTIGASINEWS.CO
LEMBATA — Pemerintah Kabupaten Lembata menyiapkan kawasan Bukit Hog sebagai sentra peternakan babi organik yang ditargetkan menjadi basis ekspor daging ke Timor Leste. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan Bupati Lembata, P. Kanis Tuaq, bersama manajemen PT Prime Timor pada 29 Januari 2026.
Kunjungan lapangan itu merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan lokasi, potensi pengembangan peternakan, serta pemenuhan standar perdagangan lintas negara.
Pemerintah daerah menggandeng pihak swasta untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing produk ternak lokal.
Bupati Lembata, Kanis Tuaq, menegaskan bahwa pengembangan peternakan babi menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya peternak lokal.
Menurutnya, ekspor ke Timor Leste tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi regional.
“Pemerintah daerah tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan ternak berjalan sesuai standar. Tujuannya agar produk yang dihasilkan berkualitas dan layak ekspor,” kata Kanis Tuaq.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah membangun 60 unit kandang menggunakan anggaran APBD II. Fasilitas itu dilengkapi pos pengawasan, kandang karantina, serta sarana pendukung lainnya. Kandang dibangun dengan ukuran standar 160 x 70 sentimeter.
Setiap bibit ternak yang dibeli dari masyarakat wajib menjalani masa karantina selama dua pekan sebelum dipindahkan ke kandang utama.
“Prosedur ini wajib dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sesuai Standar Operasional Prosedur,” tegas Bupati.
Sementara itu, perwakilan PT Prime Timor menilai Bukit Hog memiliki potensi besar sebagai kawasan pendukung rantai pasok peternakan, baik dari sisi aksesibilitas maupun lokasi yang strategis. Hasil kunjungan ini akan menjadi dasar penyusunan konsep kerja sama yang lebih komprehensif.
Selain itu, kedua pihak berencana menggelar pertemuan lanjutan untuk menandatangani kesepakatan kerja sama yang akan diimplementasikan melalui koordinasi intensif secara formal.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap rencana ini dapat segera terealisasi sehingga menjadi tonggak baru pengembangan sektor peternakan, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat posisi Lembata sebagai daerah penyangga ekspor di wilayah Nusa Tenggara Timur.***(tvb)
Komentar