Siak – Warga Kabupaten Siak, Riau, mengeluhkan keberadaan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang bebas melintas, khususnya pada malam hari. Truk-truk bermuatan sawit dengan beban mencapai 25 hingga 30 ton tersebut dinilai menjadi penyebab utama kerusakan jalan, terutama di jalur Sabak Auh menuju Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak.
Seorang warga setempat, Anto, menyampaikan bahwa kondisi jalan di rute tersebut kini sudah rusak parah. Truk-truk berat kerap melintas secara bergantian, memperparah kerusakan jalan yang sebenarnya hanya dirancang untuk menahan beban maksimal 8 ton.
“Setiap malam truk-truk besar ini lewat tanpa henti. Jalan makin hancur, dan tidak ada yang mengawasi,” ujar Anto.
Minimnya anggaran pemeliharaan dari pemerintah daerah disebut turut memperburuk situasi. Warga khawatir, jika tidak ada tindakan tegas, kerusakan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Warga juga menyoroti sikap pemilik armada truk ODOL yang dinilai abai terhadap aturan dan dampak sosial yang ditimbulkan. Mereka hanya mengejar keuntungan tanpa memedulikan kerusakan jalan dan risiko keselamatan pengguna lain.
“Pemilik truk seharusnya sadar bahwa jalan ini milik publik. Jangan hanya karena ingin mengangkut sawit lebih banyak, lalu seenaknya melanggar kapasitas jalan. Mereka harus ikut bertanggung jawab atas kerusakan ini,” ujar warga lainnya.
Masyarakat pun berharap ada langkah konkret dari pihak pemerintah, baik dalam bentuk pengawasan, penegakan aturan terhadap kendaraan ODOL, maupun pembatasan beban muatan demi keselamatan dan keberlangsungan infrastruktur jalan di wilayah mereka.***komar