Lestarikan Budaya, Pemkam Temusai, Taja Pelatihan Perlengkapan Hantaran Belanja

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

HU-KRIM


Lestarikan Budaya, Pemkam Temusai, Taja Pelatihan Perlengkapan Hantaran Belanja

Rabu, 05 Juni 2024
Foto: Lestarikan Budaya, Pemkam Temusai, Taja Pelatihan Perlengkapan Hantaran Belanja. 


INVESTIGASINEWS.CO
SIAK - Dalam rangka untuk melestarikan budaya melayu dan budaya masyarakat Kampung, Pemerintah Kampung Temusai Taja Pelatihan Perlengkapan Hantaran Belanja untuk pemuda maupun pemudi yang hendak melakukan resepsi pernikahan maupun tunangan, Rabu 05/06/2024.

Hal ini dilakukan agar tradisi-tradisi yang selama ini sudah berjalan bisa terus dilestarikan, bukan saja orang tua namun anak muda juga harus bisa melestarikan budaya itu. 

"Untuk menjaga budaya dan tradisi melayu serta adat istiadat di Kampung Temusai, pemerintah Kampung Temusai taja atau mengadakan Pelatihan Pembuatan Perlengkapan Hantaran Belanja Kampung Temusai,  selain hias pengantin, Tepung Tawar, Kompang, Pencak Manten juga ada tradisi Jawa di Kampung ini, seperti Kembang Mayang, temu manten dan lain-lain. Jadi kita sebagai generasi penerus tentu harus bisa terus melestarikan budaya ini agar tetap eksis di kampung ini," ungkap Samsudin, Penghulu Kampung Temusai dalam sambutannya di acara pembukaan pelatihan di Aula Tuasyeh Kampung Temusai, Rabu 05/06/2024. 

Lebih lanjut Samsudin mengungkapkan, setiap ada acara pernikahan atau serah manten serta acara pertunangan di kampungnya, selalu melibatkan orang tua atau sesepuh Kampung, sehingga kalau tradisi ini tidak di kembangkan  dan di sosialisasikan kepada generasi muda, ditakutkan tradisi yang sudah ada ini akan musnah. 

"Saya yakin dan percaya bilamana tradisi ini terus dijaga dan diadakan pelatihan kepada anak anak muda, budaya ini bisa dilestarikan, karena pepatah mengatakan, dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung, artinya kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan bisa terus melestarikan budaya-budaya  masyarakat tempatan yang tentunya tidak bertentangan dengan agama", ungkapnya. 

Hal senada disampaikan Ambar Wati, salah satu pemudi Kampung Temusai yang juga sebagai peserta pelatihan, ia mengaku bangga dan semangat untuk mengikuti pelatihan ini, kerena menurutnya, sebagai generasi muda tentu akan mengikuti dan melestarikan apa yang sudah diwariskan oleh para orang tua dulu. 

"Kami sebagai generasi muda tentu siap dan semangat bila kami diminta untuk ikut dan melestarikan budaya masyarakat di kampung kita, semoga dengan  pelatihan ini kami bisa terus mengembangkan dan melestarikan budaya orang tua dahulu sampai ahir hayat kami", pungkasnya. (Masgin).

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

SMP Negeri 14 Manado Mengadakan A MPLS 15-18 Juli 2024

Foto: SMP Negeri 14 Manado Mengadakan A MPLS 15-18 Juli 2024. INVESTIGASINEWS.CO Manado - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ata...