Oknum Penimbun Solar di Manado Diduga Sebabkan Kelangkaan, dan Kemacekan Lalulintas, Warga Minta Tindakan Tegas

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM


Oknum Penimbun Solar di Manado Diduga Sebabkan Kelangkaan, dan Kemacekan Lalulintas, Warga Minta Tindakan Tegas

Kamis, 16 November 2023
Foto: Oknum Penimbun Solar di Manado Diduga Sebabkan Kelangkaan, dan Kemacekan Lalulintas, Warga Minta Tindakan Tegas. 

INVESTIGASINEWS.CO
Manado - Kouta bahan bakar umum jenis solar di Kota Manado menjadi perhatian serius, terlihat beberapa (SPBU)yang ada di wilayah  Manado dari antrian panjang pada Selasa (14/11/2023).

Pantauan Investigasinews.co antrian kendaraan di SPBU mencapai tingkat yang mengkhawatirkan Arus lalulintas jadi macet akibat antrian BBM, Warga minta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan.

Banyak yang menduga bahwa kelangkaan solar disebabkan oleh beberapa penimbunan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Berharap ada respon cepat terhadap situasi ini. Langkah tegas diperlukan agar ketersediaan solar dapat dijamin. Karena kelancaran aktivitas harian yang sangat bergantung pada bahan bakar solar," ungkap sejumlah warga yang tidak mau di sebut namanya.

Sampai saat ini para oknum mafia BBM bersubsidi jenis solar masih beraktivitas tanpa ada rasa takut, bahkan untuk mendapatkan solar dengan cara memakai banyak armada jenis Dum truk, Buss penumpang yang sudah tidak layak jalan di duga milik salah satu oknum mafia solar.

Ketua LSM (Kibar) Sulawesi Utara, Jaino Maliki saat di mintai tanggapan mengatakan kalau hal tersebut harus ada tindakan  tegas bagi instansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian. (14/11/2023)

"Ini sudah meresahkan dan merugikan masyarakat sebagai konsumen, yang seharusnya berhak membeli solar dengan harga bersubsidi, seperti yang sudah tertuang dalam keputusan BPH migas No.04/P3JBT/ BPH MIGAS/KOM/2020. menerapkan Pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Perubahan. Ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar", ujar Jaino Maliki

"Saya minta Kapolda Sulut dapat memerintahkan anggotanya untuk segera mengkap dan memprose Hukum oknum yang diduga Mafia Solar,dan kepada pihak Pertamina dapat memberikan sanksi kepada SPBU yang bekerja sama dengan para mafia solar yang ada di kota Manado", tutup Jaino Maliki. 
Sementara APH, Setyo menegaskan siapa saja yang melakukan back up terhadap para mafia solar ini, termasuk anggota kepolisian itu akan segera langsung ditindak dan diselidiki keterlibatannya untuk mendapatkan sanksi yang tegas.

"Mafia solar itu jadi target saya. Saya ingin mencari tahu siapa di balik itu. Siapa dia? Kalau wartawan menyebutnya mafia, saya ingin mengungkap siapa intelektualnya," kata Setyo.

Hal ini karena selama ini, walaupun pengungkapan mafia solar sudah banyak dilakukan oleh Polda Sulut, tetapi tetap saja ada bermunculan kasus yang lain.

"Untuk itu perlu dukungan dari semua untuk mengentaskan persoalan ini. Informasi sekecil apa pun akan sangat bermanfaat," pungkas Setyo kembali.***(David)

Most Popular

Video InvestigasiNews.co

https://www.youtube.com/@investigasinewsredaksi/featured

Video Terpopuler

https://www.youtube.com/@DwiPurwanto-kd4uf

Berita Terkini

Polres Rohul Potong 15 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing

Foto: Polres Rohul Potong 15 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing.  INVESTIGASINEWS.CO Rohul - Pada momen hari Raya Idul Adha 1445 H tah...