Tak Tersentuh Bantuan, Begini Kondisi Madrasah Attoyyibah Suak Rengas, Mempura, Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Tak Tersentuh Bantuan, Begini Kondisi Madrasah Attoyyibah Suak Rengas, Mempura, Siak

Selasa, 17 Januari 2023
Foto: Kondisi Madrasah Diniyatul Awaliyah (MDA) Attoyyibah beralamat di Dusun Suak Rengas, Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

INVESTIGASINEWS.CO 
Mempura - Beginilah kondisi Madrasah Diniyatul Awaliyah (MDA) Attoyyibah beralamat di Dusun Suak Rengas, Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, sangat memprihatinkan.

Dari 6 (enam) kelas, hanya dua kelas yang bisa dipakai, empat ruang lagi tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar akibat kondisinya rusak parah.

Terlihat plafon atau (langit-langit) terbuat dari tripleks banyak yang rusak, akibat tetesan hujan dari atap seng yang bocor.

Belum lagi, lantai di ruangan kelas banyak yang pecah dan kondisi bangunan retak dan lusuh akibat di makan usia.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Sekolah Madrasah Diniyatul Awaliyah (MDA), Attoyyibah Yanti Susanti Taib sambil meneteskan air mata saat menceritakan kondisi sekolah yang hampir 10 tahun tidak tersentuh bantuan, Selasa 17/01/2023.

Padahal kata dia, MDA ini, menampung anak-anak dari empat Dusun, Suak Rengas, Siak Raya, Tanjung Agung bahakan siswanya ada yang berasal dari kampung Merempan Hilir.

“MDA ini berdiri bulan Juli tahun 2002 lalu, dulu semasa kepala sekolah lama MDA ada dapat bantuan dari Kemenag Pusat berjumlah Rp 50 juta peruntukannya pembangunan sarana ibadah musala, hanya sekali itu saja dapat. Kemudian sampai hari ini belum ada dapat bantuan. Kami bingung mau minta bantu dengan siapa,” ucapnya, dengan mata berkaca-kaca di temui di sela-sela aktifitas mengajar, selasa (17/01/2023).

Yanti menceritakan, kondisi bangunan yang tak layak itu, siswa yang berjumlah 100 orang terpaksa harus belajar berdesakan di dua lokal yang masih baik kondisinya dan sebagian siswa belajar numpang di musala yang juga belum siap.

Belum lagi sarana pra sarana belajar seperti kursi dan meja kondisinya banyak yang rusak.

“Kadang kami kasian melihat anak-anak belajar berdesakan, tapi mau harus bagaimana lagi, keadaannya seperti ini. Kalau kami paksakan belajar di ruangan yang kondisinya memprihatinkan takutnya membahayakan siswa dan guru ketika proses belajar mengajar. Keberadaan MDA di kampung kami berperan penting, karena anak-anak pulang sekolah di siang hari lanjut MDA, yang di dalamnya mengajarkan nilai-nilai spiritual, tentu menghindar anak dari aktifitas dan pergaulan negative,” kata dia.
Tambahnya, Madrasah Attoyyibah ini letaknya, tak jauh dari kantor Bupati hanya berjarak 1,5 km. Sangat dekat. Namun miris, sekolah ini tak tersentuh bantuan.

"Kami berharap pemkab Siak peduli dengan kondisi lembaga pendidikan keagamaan di luar sekolah formal seperti MDA ini. Dapat dibantu entah itu renovasi termasuk juga melengkapi sarana prasarana sekolah untuk kenyamanan anak-anak belajar. Saat ini, lebih dari 100 anak menuntut ilmu di MDA Attoyyibah ini,” pintanya.

Terkait hal ini pihak-pihak yang berkompeten belum didapat keterangannya secara resmi.

Pihak terkait tersebut diminta kiranya untuk lebih pro aktif dan memperhatikan tempat belajar anak-anak bangsa ini.***dwi