Diduga Dua Proyek Pemasangan Paving Block di Kerinci dan Jalan Lingkungan 'Terkesan Asal Jadi'

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

google.com, pub-6268007456478727, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HU-KRIM

Diduga Dua Proyek Pemasangan Paving Block di Kerinci dan Jalan Lingkungan 'Terkesan Asal Jadi'

Minggu, 16 Oktober 2022
Foto: Proyek yang diduga tidak maksimal pekerjaannya dan diduga asal jadi.

INVESTIGASINEWS.CO 
KERINCI - Proyek yang menghabiskan anggaran yang cukup besar pada dua pokir yang menelan biaya ratusan juta dari perbaikan renovasi jalan lingkungan yang diaspal, terkesan cacat mutu dan tidak mengedepankan profesionalitas dalam bekerja.

Betapa tidak, nyatanya belum memasuki umur sekira dua bulanan, jalan tersebut sudah mulai melakat pada telapak sepatu atau sandal.

Hal itu disampaikan oleh LSM Brajo Sakti, Hapis kepada media ini, Ahad 16/10/2022.

"Ya benar. Lebih gawat lagi pekerjaan proyek jalan lingkungan itu, tidak diketahui persis asal usul, pasalnya sejak mulai bekerja sampai selesai tidak ada papan nama proyek," ujarnya. 

LSM Brajo Sakti Hapis, juga mengatakan adanya dugaan kong kalikong.

"Kita menduga kuat proyek jalan lingkungan yang diduga dari dana pokir anggota Dewan itu, dititip kepada dua orang oknum, yang konon katanya orang ahli mencari fee proyek," ucap ketua LSM Brajo.

LSM Brajo Sakti Hapis, menambahkan, bahwa tidak itu saja, proyek paving block juga diduga kuat pokir salah satu anggota Dewan yang diserahkan kepada oknum juga asal jadi.

"Dengan kisaran dana Rp189.210.000,- dengan sumber dana dari APBD Pemerintah Provinsi Jambi, Dinas PUPR, pembangunannya terkesan asal jadi, terlihat dari posisi paving block yang terpasang tidak rata, sehingga membuatnya menjadi mudah rusak," tutupnya.
Pantauan media, kondisi jalan saat ini sudah mulai nampak dasar tanah diakibatkan hujan mengguyur dan kekuatan aspal tidak maksimal.

LSM Mawar Indonesia melalui Syopian, juga akan menindaklanjuti temuan ini.

"Kita akan segera turun untuk cek di dua proyek di Desa Bunga Tanjung tanah Coqok. Akan tindak lanjuti hasil penelitian pekerjaan di dua pokir tersebut,"  tandas Syopian LSM Mawar Indonesia.

Terkait atas hal proyek ini, media mencoba konfirmasi kepada pihak rekanan proyek yang mengerjakan, T, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, tepatnya seminggu yang lalu, tidak memberi jawaban, meskipun pesan WA sudah terconteng biru.

Sementara dari pihak PUPR setempat belum bisa didapat keterangan secara resmi.***(AF)