Si Keong Mas "Dari Hama Menjadi Berkah"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Si Keong Mas "Dari Hama Menjadi Berkah"

Minggu, 25 September 2022
Penulis: Bambang Supriyanto (Ketua Kelompok Tani Sidomakmur Takeran).

INVESTIGASINEWS.CO 
NASIONAL - Indonesia adalah negara agraris namun semakin tahun tingkat kesuburan tanah kita semakin berkurang bahkan kondisi nya semakin kritis, Efek dari penggunakaan bahan bahan kimia secara berlebihan.

Hal ini juga akibat dari sumber daya manusia  pelaku pertanian yang perlu mendapat perhatian, karena petani dalam kurun waktu yang berpuluh puluh tahun terbiasakan menggunakan bahan pupuk  kimia serta bahan kimia lainya, hal inilah pekerjaan berat kita karena untuk merubah pola pikir petani dari kebiasaan lama tidaklah mudah, namun jika di biarkan maka kesuburan tanah kita semakin kritis dan petani semakin dalam kesulitan. Ketergantungan tehadap pupuk kimia harus segera kita kurangi.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Keberhasilan pertanian salah satu diantara beberapa hal penting lainnya adalah ketersediaan pupuk. 

Pada awal 2021 muncul lagi kebijakan pemerintah mengurangi aloksi pupuk kimia bersubsidi sebagian dengan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dari sinilah muncul masalah dengan pertanyaan-perrtanyaan baru. Dengan apa kita mampu menggantikan kebutuhan pupuk demi menyukseskan kebijakan pemerintah dalam hal ini adalah Kementrian Pertanian. 

maka perlu dukungan dari berbagai fihak baik dari kalangan akademisi, peneliti, Pemerintah, pengusaha maupun komunitas lainnya untuk bersama sama petani berinovasi untuk meraih apa yang didambakan untuk kaum Tani. Inovasi sangat diperlukan agar petani dapat menciptakan sistem pertanian yang tidak bergantung pada pupuk subsidi, dengan memperkuat kelembagaan kelompok tani dan melakukan penerapan Pertanian ramah lingkungan (pertanin organik ).

Untuk menyikapi hal tersebut munculah ide dan gagasan selaku petani dan kelompok tani  untuk memanfaatkan bahan organik yang ada disekitar kita,untuk menjadi  pupuk organik baik pupuk organik cair,kompos serta pestisida nabati, dengan memaksimalkan penggunaan potensi alam yang ada yaitu bahan bahan organik yang berada di sekitar kita.dan secara perlahan namun pasti mampu mengembalikan kesuburan tanah secara bertahap, juga mampu menekan biaya produksi pertanian serta  mampu meningkatkan produktifitas pertanian di segala komodi, juga mampu meningkatkan kwalitas bahan pangan dan mampu bersaing serta mempunyai nilai tawar yang tinggi.

Akibat dari penggunan bahan kimia secara belebihan dan dalam jangka panjang maka tanaman rentan terhadap opt dan hama lainya. Selanjutnya di dalam budidaya tanaman padi disamping adanya opt juga masih juga muncul adanya hama yang di sebabkan oleh habitat keong sawah, disamping sebagai hama cangkangnya yang permukaanya tajam juga berbahaya buat petani ketika cangkang tersebut terbenam dilahan dan terinjak kaki,karena kebaisaanya petani untuk membasmi hama keong tersebut menggunakan insektisida sehingga setelah mati cangkangnya justru berserekan di lahan.tidak sedikit korban luka dan meninggal akibat terkena cangkang keong emas.

Begitu juga terlihat  di setiap pematang sawah dan jalan sekitar sawah nampak menumpuk keong sawah hasil tangkapan para petani  yang kadang muncul bau busuk ,hal ini lah yang menimbulkan gagasan mempelajari kandugan unsur hara dari keong emas tersebut mulai dari cangkang hingga dagingnya yang lebih dominan dari kandungan unsur haranya adalah kalsium dan asam amino yang mampu membantu proses pertumbuhan tanaman serta memperkuat batang  utamanya tanaman padi sehingga tidak mudah roboh. 

Pemikiran kami berikutnya bagaimana jika pupuk organik cair yang sudah kami ciptakan kita tambahkan bahan hayati keong emas mulailah ekperimen dengan membawa limbah buangan petani tersebut untuk di proses, bahan tambahan lainya yaitu buah nanas,pisang pepaya dan air kelapa serta air  tebu ,setelah melalui proses fermentasi sekitar tiga minggu dan kita larutkan dalam poc dengan bahan bonggol pisang dan batangnya yg sudah pernah berbuah ,rebumg bambu,  kecambah,daun kelor ,air leri ,air kelapa,dedak  halus ,air tebu , aduk hingga rata dengan memakan waktu tiga minggu, ternyata larutan poc menjadi lebih sempurna, hal tersebut kita buktikan hanya dengan menggunakan alat sederhana dengan bola lampu lisrtik.

Untuk mengetahui kemampuan poc tersebut kita aplikasikan pada tanaman padi tahap pertama pada tanaman padi usia dua minggu hst, ternyata perkembangnya sangat memuaskan dengan munculnya anakan yang tumbuh lebih serentak dan subur,dan kita lanjutkan ,empat  kali aplikasi hingga panen.

Inovasi pupuk organik cair KEONG EMAS ini terbukti ada dua keuntungan diantaranya yaitu menggendalikan populasi keong emas yang merusak tanaman padi serta bisa menjadi alternatif dan solusi pengurangan pupuk kimia bersubsidi juga mampu mengembalikan kesuburan tanah serta meningkatkan  produktifitas pertanian dan secara kwalitas hasil panenya lebih bagus karena tidak terlalu banyak mengandung residu kimia sehingga mampu memberikan solusi cerdas terhadap di kuranginya pupuk kimia bersubsidi juga memberikan kontribusi penyediaan bahan pangan yang sehat.

Ketersediaan bahan baku keong emas tidak begitu sulit karena keong emas juga bisa di pelihara dan di kembangkan dengan mudah dan sederhana. Jika para petani dan poktan mau berfikir kreatif dengan memanfaatkan potensi alam yang ada kami bersedia memberikan informasi dan mendampingi guna pemahaman dan pembuatanya.dalam jangka panjang akan tercipta petani mandiri yang tidak bergantung pada pupuk kimia serta bahan kimia lainya.

Pupuk orrganik cair keong emas ini sebagai pelengkap dari pupuk organik tabur yang sudah kami kembangkan sebelumnya. pada tahap selanjutnya, kami lakukan uji lahan pada tanaman padi dengan lokasi dan varitas yang berbeda mulai tahun 2017 sampai dengan tahun 2022  bersama para penyuluh pertanian dan beberapa kelompok tani. 

Kami juga melakukan uji lahan pada tanaman jagung serta bawang merah dan kedelai.kususnya pada tanaman padi  secara bertahap mampu menekan penggunaan pupuk kimia hanya 25 % saja. Begitu juga untuk tanaman holtikultura akan mampu meningkatkan buah dan aman untuk di konsumsi.

Secara bertahap, disamping mampu menekan biaya poduksi juga mampu mengembalikan kesuburan tanah dan ketersediaan pangan yang sehat begitu juga limbah dari hasil pertanian dan perkebunan juga bisa menjadi ketersediaan pakan ternak yang aman dari residu kimia.
Sebagai tindak lanjut mengsosialisasikan pada petani lain sesering mungkin kita dipertemukan di acara resmi. 

Kami dalam menopang visi Indonesia yakni mencerdaskan kehidupan bangsa juga lakukan barter dengan cara jika petani mengumpulkan hasil tangkapan keong emas bisa juga berikut telurnya  maka akan kita tukar dengan pupuk  organik yang sudah siap aplikasi sehinnga petani sbagian tertarik tergerak untuk mengumpulkkan hama keong dan efeknya adalah pengendalian hama keong secara alami dan efek berikutny petani mengenal dan mau mengunakan pupuk organik cair yang sangat bermanfaat sekali buat pertumbuhan tanaman.

Sebagai upaya pembedayaan petani kami lakukan pembinaan kepada petani maupun pengurus kelompok gar mampu membuat sendiri dan membuktikan hasilnya.dan menggerakkan serta mendorong kebijakan pemerintahan  desa agar menggiatkan pelatihan pelatihan pembuatan pupuk organik dan sekolah lapang.***

Penulis: Bambang Supriyanto
(Ketua Kelompok Tani Sidomakmur Takeran).

Laporan Kepala Perwakilan Jatim: Jab