HEBOH. Dua Orang Masih Hidup, Diteror, Dikirimi Dua Peti Mati

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

HEBOH. Dua Orang Masih Hidup, Diteror, Dikirimi Dua Peti Mati

Rabu, 01 Desember 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Dairi (Sumut) - Warga masyarakat Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi dihebohkan kiriman dua unit Peti Mati serta Salib dengan tulisan tiga nama warga yang masih hidup .

Kiriman peti mati tersebut diduga pesanan orang tidak bertanggung jawab dari Desa Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumut dan diantar ke Desa Paropo.

Peti mati itu lengkap dengan salib bertuliskan “Dison Maradian (Disini Tempat Terahir Mu) Waldiman Sijabat dan Dison Maradian Faisal/ Jesi Situngkir, Senin (29/11/21).

Warga dihebohkan setelah pengusaha peti mati, juga yang mengantar menggunakan mobil pick-up warna putih, atas nama Daulat Ginting tiba di Desa Paropo yang hendak menanyakan alamat sesuai pesanan dua peti mati tersebut.

Setibanya di lokasi oleh warga yang mendengar kiriman dua peti atas nama kedua orang warga Desa Paropo dan ternyata masih hidup.

Warga kaget dan heboh serta spontan ramai dan penuh tanya. Warga menilai, kejadian tersebut merupakan teror kepada nama di salib tersebut.

Kini, kedua warga yang namanya tertulis di salib langsung melaporkan ke pihak kepolisian Resort Dairi dan kini sudah ditangani Polres Dairi.

Daulat Ginting pengusaha peti mati asal Tiga Panah, Kabupaten Karo yang dihubungi Investigasinews.co di Makopolres Dairi sekisar pukul 21.00 WIB Senin (29/11/21) ia mengaku tidak tahu menahu masalah tersebut. Ia hanya menerima pesanan.

“Saya tidak tau masalah ini, ya namanya saya pengusaha, dipesan dan disuruh diantar, ya saya antar, ternyata begini kejadiannya. Saya pun nyaris jadi bulan-bulanan warga tadi. Untung para warga mengerti dan langsung memanggil pihak kepolisian dan kami dibawa ke Polres ini", terang Daulat.

Kini kedua orang yang namanya ditulis di salib sedang membuat laporan polisi di SPKT Polres Dairi didampingi Camat Silahisabungan Hamaska Silalahi.

Informasi sementara dihimpun Investigasinews.co terkait pengiriman dua unit peti mati tersebut, diduga merupakan dampak dari pemilihan Kepala Desa 25 November lalu.

Camat Silahisabungan mengatakan motif pengiriman peti mati oleh orang tidak bertanggungjawab kepada warganya, ia menyebutkan dugaan motifnya dampak Pilkades, karena nama kedua orang di salib itu merupakan tim sukses salah seorang calon Kepala Desa Paropo yang baru selesai terlaksana.

Ia juga benarkan, adapun kandidat kontestasi pilkades di Desa Paropo ada dua orang yaitu nomor urut 1 Sardi Situngkir dan nomor urut 2 Bongga Erwinson Situngkir, nomor urut 1 memperoleh suara terbanyak.

Amatan para awak media di lapangan, mobil pick up warna putih dan dua unit peti mati telah diamankan di Makopolres Dairi dan kedua orang namanya tertulis di salib sedang membuat laporan polisi serta Daulat Ginting masih dimintai keterangan.

Sementara itu, Polres Dairi belum dapat dikonfirmasi karena sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi.***M Rahman