Pilkades Ricuh. Camat Siempat Nempu Hulu, Kepolisian, TNI dan P2KD masih Melakukan Dialog di Posko Pinto Padang

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pilkades Ricuh. Camat Siempat Nempu Hulu, Kepolisian, TNI dan P2KD masih Melakukan Dialog di Posko Pinto Padang

Senin, 22 November 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Dairi (Sumut) - Memasuki hari-3 masa kampanye terakhir Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, nyaris ricuh, Minggu (21/11/21). 

Pawai massa menggunakan mobil pick up dan sepeda motor dari Cakades nomor urut 1, Luat Darson Simanullang sesaat akan kembali menuju posko utama di Dusun 2, dihadang massa Cakades nomor urut 3, Pinto Padang, tepatnya di depan posko utamanya di Jalan Raya Sidikalang-Tigalingga Km,7 Desa Sungai Raya. 

Akibatnya, jalan nasional Sidikalang-Kotacane Aceh macet total selama dua jam.

Massa Pinto Padang berorasi dan terlihat upaya akan menghadang massa Luat Darson yang akan melintas untuk kembali pulang menuju posko utama di Km.6 yang berjarak hanya 500 meter.

Akibat tertahan sekitar dua jam, pula hujan gerimis datang, akhirnya 

Sekretaris Tim Kampanye Nomor 1, Kamaluddin Yahya dan Cakades Luat melakukan negosiasi dengan P2KD, Camat Sinehu, Babinkamtibmas dan Babinsa agar mereka diperbolehkan melintas. 

"Bu Camat, Babinkabtibmas dan Babinsa tolonglah kearipan dan kebijaksanaan supaya kami bisa lewat", ujar Luat Darson.

Namum dijawab demi keaman tidak bisa pak.

Camat Sinehu, Iis Hamida Ujung, kata Luat, meminta agar massanya memutar balik dan melintas melalui jalan alternatif lewat desa Tambahan ke Desa Kuta Tengah, tujuannya untuk menghindari gesekan.

"Kami diminta melewati desa lain, padahal jalan itu adalah jalan nasional. Apa hak mereka (massa Cakades Pinto Padang ) menutup jalan. Saya katakan ke Camat, jika kalian tidak siap, saya bertanggung jawab dengan massa saya dan akan melintas dengan konsekuensi siap menanggung segala resiko termasuk dianiaya," tegas Luat Darson.

Beruntung pihak keamanan dari Polsek Tigalingga siap siaga.

Juga bantuan dari Polres Dairi, Sabara dan Satlantas dibantu TNI pun tiba sekitar pukul 20.00 WIB. 

Akhirnya, massa Pinto Padang yang menghadang jalan raya mundur, walau suara teriakan mereka dengan nada pengancaman terdengar saat massa Luat Darson melintas perlahan dibantu aparat keamanan.

Kapolsek Tigalingga AKP SP, Siringo-ringo kepada Media INVESTIGASINEWS.CO mengatakan ada gesekan sedikit, mungkin karena ada mis komunikasi antara massa Cakades Nomor 3 Pinto Padang dengan massa Cakades Nomor 1 Luat Darson Simanullang.  

"Tadi, kita kawal massa Cakades nomor 1 melintas karena sudah dihadang oleh massa nomor 3. Ada sedikit gesekan antara massa yang mungkin miskomunikasi. Yang seharusnya tidak masuk zona kampanye nomor 3, massa nomor 1 masuk dan mereka tertahan. Kita berupaya agar tidak terjadi keributan," ujar Siringo ringo.

Disinggung soal apa langkah Kepolisian, Ringo mengatakan Polisi melakukan langkah kemanusiaan, agar jangan sampai terjadi bentrokan.

"Harapan kami, biarlah pesta demokrasi ini berjalan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah kabupaten Dairi," kata Sp Ringgo.   

Kamaludin Yahya mengatakan kronologis kejadian.

Katanya, sepulang dari kampanye di Dusun Borno, mereka mau mengantarkan massa pulang ke Km.7. Namum saat akan pulang ke Posko Utama di Km.6, dan harus melintas dari depan Posko Utama nomor 3, pihaknya diminta petugas keamanan agar jangan lewat dulu, karena pihak massa nomor 3 akan pulang dari kampanye menuju posko mereka. 

"Kami menunggu sampe 2 jam, massa ada anak-anak, sementara hujan gerimis. Saat kami mau lewat, mobil Cakades dipalangi dari depan, dan nyaris terjadi bentrok. Itupun pendukung kami seorang ibu terkena pukulan dibagian kepala," jelas Kamaludin.

Dari kampanye hari pertama, kami patuh aturan, saat kampanye kami tidak berorasi. Sementara itu adalah jalan nasional, jalan lintas antar provinsi ke Aceh. 

"Saya bermohon agar demokrasi benar benar berjalan dan tidak sepihak. Kita butuh hak asasi masing-masing. Mereka punya massa, kita juga punya massa. Tadi korban dari kami, satu orang ibu, dipukul kepalanya," ucap Kamaludin
Oktopine boru Siahaan, korban pemukulan mengaku kesal dengan cara-cara berdemokrasi dengan menggunakan kekerasan.

Katanya, dalam berdemokrasi harus siap kalah dan siap menang. 

"Saya tidak terima dengan cara berdemokrasi seperti itu. Kepala saya dipukul disaat polisi sudah mempersilahkan mobil kami melintas dengan pelan-pelan. Padahal kami semua duduk baik dan tertib di dalam mobil," ucap boru Siahaan dengan nada kesal. 

Hingga berita ini dirilis, pihak Kepolisian, TNI dan P2KD serta Camat masih melakukan dialog di Posko Pinto Padang.

Informasinya, P2KD akan membuat rapat menyikapi masalah kisruh kampanye Pilkades Sungai Raya.
Sementara Ketua P2KD, Abidin Sigalingging masih berupaya untuk dikonfirmasi.***

Laporan: M. Rahman