Diduga Tercemar Limbah, Warga Heboh Melihat Ikan di Sungai Apit Mengambang dan Mati

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Diduga Tercemar Limbah, Warga Heboh Melihat Ikan di Sungai Apit Mengambang dan Mati

Minggu, 21 November 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Diduga tercemar limbah atau keracunan, ikan-ikan di Sungai Siak tepatnya di Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak timbul dengan sendirinya. Sehingga masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dengan mudah menangkapnya dengan mengunakan jaring manual dan lain sebagainya.

Hal ini disampaikan Indra Gunawan, warga Sungai Apit, Minggu 21/11/2021 di lokasi kejadian atau di TKP. Ia mengaku heran karena ikan-ikan yang ada di Sungai pada timbul dengan sendirinya.

"Kami sebagai warga disini sangat kaget dengan kejadian ini, sehingga kami berbondong-bondong mendekati sungai Siak tepatnya dekat pelabuhan Sungai Apit untuk menyaksikan langsung ikan-ikan yang diduga stres atau mengapung dipermukaan Sungai dengan kondisi seperti mau mati," ungkap Indra dengan melakukan VC, sambil menunjukan ikan yang terapung.

Melihat kejadian ini, banyak dugaan bahwa air sungai Siak sudah tidak baik lagi atau sudah tercemar, sehingga masyarakat meminta kepada dinas terkait agar dapat menyelidiki dan mencari apa penyebab yang menimbulkan ikan pada mati.

"Kami berharap kapeda pemerintah atau dinas terkait agar dapat turun lapangan dengan segera dan mencari tahu apa penyebab ikan di Siak pada terapung dan mati. Jenis ikan yang mati seperti udang,ikan juaro dan ikan ikan kecil lainya  ini menbuat masyarakat resah, kususnya para nelayan,karena ini semua pasti berdapak kepada mereka untuk mencari nafkah kususnya para nelayan," harapnya.

Sementara itu, Kadis DLH Siak Hendro Wardhana ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti masalah ini dan tentunya akan dilakukan pengambilan sampel apakah airnya kena racun limbah perusahaan atau terkena racun potas dan lain sebaginya.

"Benar mas, kita akan tidaklanjuti terkait hal itu, dan tentu kita cari tahu dulu apakah ada indikasi tercemar limbah perusahaan yang ada disekitar situ, atau mungkin air di situ terkena limbah pupuk sawit dari masyarakat, atau mungkin juga terkena racun potas yang dilakukan oleh oknum untuk menangkap ikan. Tentu itu semua harus kita cari tahu dulu,dan kita ambil sampel airnya," tegasnya.
Ia berharap kepada masyarakat agar bersabar dulu menunggu hasil dari sampel air yang akan diambil untuk mengetahui apa penyebab air itu teracuni.***Sugianto