Pembangunan Pintu Air Tak Tepat Sasaran di Kampung Langsat Permai. Warga Menduga Proyek Siluman

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pembangunan Pintu Air Tak Tepat Sasaran di Kampung Langsat Permai. Warga Menduga Proyek Siluman

Selasa, 12 Oktober 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK - Warga menduga ada proyek siluman pembangunan Pintu Air di Dusun II Gajah Mukti, Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, yang tidak memiliki plang nama. Selain tidak memiliki Plang, proyek tersebut menurut masyarakat tempatan tersebut tidak tepat sasaran atau tidak bermanfaat.

Hal itu seperti disampaikan oleh salah satu warga tempatan, di Dusun II Gajah Mukti.

"Kami sebagai masyarakat di sini tentunya sangat menyayangkan pembangunan Dam (Pintu Air) di persawahan kami itu yang tidak tepat sasaran, selain itu, pembangunan juga tidak ada plang anggaran waktu kami lihat ke sana," ungkap warga Dusun II Gajah Mukti yang enggan disebutkan nama, Selasa (12/10/2021).

Warga Dusun II ini juga mengaku, selama ini mereka tidak tahu siapa yang mengusulkan proyek pintu air yang di letakan di situ, dan selama ini tidak ada musyawarah ataupun pemberitahuan kepada masyarakat  untuk pembangunan pintu air itu.

"Kami menilai pembangunan pintu air di Kampung Langsat Permai tahun yang dulu di Dusun III tidak bermanfaat, dan ditahun ini juga dibangun di dusun II yang juga tidak bermanfaat. Hal ini kami juga sudah melaporkan ke pak Bupati Siak agar meninjau ulang pembangunan pintu air ini, jadi kami mohon kepada pemerintah, kalau membangun itu mbok ya koordinasi kepada masyarakat tempatan, apa saja yang dibutuhkan, bukan seperti ini yang terkesan asal-asalan," tegasnya dengan logat Jawa.

Sementara itu, Kepala Dusun II Gajah Mukti, Tulus, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, dirinya juga tidak tahu pembangunan pintu air yang dibangun diwilayahnya, ia mengaku selama ini pihak kelompok tani atau dinas terkait yang membangun pintu air itu tidak ada koordinasi sama sekali kepada dirinya sebagai kepala dusun.

"Proyek pembangunan pintu air itu selama ini saya tidak tahu, dari mana anggarannya, siapa yang mengusulkannya dan lain-lain. Karena selama ini, pihak yang bersangkutan yang membangun diwilayah saya tidak ada komunikasi atau koordinasi sama sekali," jelasnya.

Ketika ditanya, jadi selama ini yang pak Kadus dengar itu proyek dari mana? Ia menjawab, dengar-dengar itu proyek P3A, tapi secara detil dirinya belum tahu persis.

"Ya jujur saja, pembangunan pintu air itu, siapa yang mengusulkan saya tidak tahu, karena ya memang mereka tidak ada koordinasi kepada aparat Kampung kususnya saya sebagai kepala dusun. Dan dengar info yang belum pasti sih, katanya itu Proyek P3A, tapi ya entahlah," ungkapnya.

Sementara itu, PJ Kampung Langsat Permai Safaruddin ketika dikonfirmasi haluanriau.co melalui telpon selulernya mengaku tidak mengetahui proyek itu berasal dari mana.

"Tak tahu aku, mungkin itu proyek dari dinas, saya belum cek lagi proyek itu, dan saya juga tak tahu itu usulan dari mana, penempatan dimana jadi tak bisa memberikan penjelas secara akurat," jelasnya 

Terkait bermanfaat tidaknya, menurut Safaruddin, itu yang tahu yang punya proyek, dan pihaknya akan segera mengecek keberadaan proyek pintu air itu.

"Iyalah, nanti akan kami cek proyek itu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua  P3A Kecamatan Bungaraya Aris Sugandi ketika dihubungi mengatakan bahwa, itu bukan kegiatan P3A melainkan kegiatan Gapoktan langsung, karena kemarin waktu mau ditangani P3A terbentur Desimurutan.

"Jadi pintu air yang dibangun bukan hanya Kampung Langsat Permai, melainkan di Kampung Jatibaru, Tuah Indrapura, Bungaraya, Kemuning Muda dan Jayapura. Pembangunan pintu air pada tahun ini di Kecamatan Bungaraya ada sekitar 34 atau 36 Unit," jelasnya.

Lebih lanjut Aris juga mengungkapkan, untuk tahun ini dikampungnya Buantan Lestari tidak dapat pintun air karena menurutnya sudah penuh.

"Untuk pembangunan pintu air tahun ini cuman Buantan Lestari yang tak dapat, kerena sudah penuh. Jadi mas lebih baiknya konfermasi saja sama ketua Gapoktannya, nanti kalau ada nomernya saya kirim," jelasnya.
 
 Hingga berita ini diterbitkan, pihak Gapoktan yang membangun proyek pintu air tersebut tak bisa dihubungi, bahkan pantauan media beberapa hari yang lalu, proyek pintu air itu tak ada plang namanya.***Sugianto