Merespon Pernyataan JACC MPM Finance. H. Toha, S.H: "Kami Sudah Buktikan Kematian Suami Klien Kami Bukan Covid"

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Merespon Pernyataan JACC MPM Finance. H. Toha, S.H: "Kami Sudah Buktikan Kematian Suami Klien Kami Bukan Covid"

Senin, 20 September 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Malang - Polemik klaim asuransi roda dua yang antara Perusahaan multifinance JACC MPM Finance yang bergerak dalam bidang pembiayaan modal kerja, multiguna, dan investasi pada sektor pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, dengan ahli waris nasabah almarhum MH (45th) yakni SW (34th) melalui kuasa hukumnya makin memanas.

Kabar ini mencuat pasca adanya pernyataan Budi, Manajemen JACC MPM Finance pada Rabu (15/09/2021) lalu kepada investigasinews.co yang menyebut bahwa kendala klaim asuransi nasabah bukan wewenang pihaknya (JACC MPM Finance).

Menjawab hal itu, Kuasa hukum H. Toha, S.H., M.H, saat ditemui di kantornya Jalan Raya Pakisaji Nomor 83A, Kelurahan Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang mengatakan tetap mempertahankan hak klayennya dalam mendapatkan asuransi.

"Jadi kenapa kami tetap mempertahankan hak klien kami, karena pada saat itu MPM Finance sudah mendatangi klien kami untuk meminta surat kematian dan keterangan ahli waris. Saat itu MPM juga menyatakan bahwa akan mengurus asuransi dan asuransi itu akan segera dicairkan," katanya, Senin 20/09/2021.

Toha menerangkan bahwa setelah kliennya memberikan berkas yang diminta oleh pihak JACC MPM Finance, dirinya klaim asuransi tersebut tidak bisa dicairkan dengan alasan Covid.

"Namun, asuransi tersebut tidak bisa cair dengan alasan Covid-19. Padahal, kami sudah sampaikan bahwa klien kami meninggal bukan karena Covid-19. Kami juga sudah sampaikan itu kepada OJK bahwa suami dari klien kami meninggal bukan karena Covid, berdasarkan surat kematian dari Rumah Sakit Islam Muhammadiyah", lanjut Toha.

Toha juga menyampaikan kehkawatirannya, terkait hal ini.

"Semoga penyerahan berkas suami klien kami ini tidak dimanfaatkan oleh penyedia jasa kredit ini lantaran kami sudah mampu menjawab bahwa suami klien kami meninggal bukan karena Covid", tutup H. Toha, SH.

Baca juga: https://www.investigasinews.co/2021/09/klaim-hak-asuransi-nasabah-mpm-finance.html

Seperti diketahui, berita sebelumnya, ketika dikonfirmasi pihak MPM Finance, melalui Budi menyampaikan bahwa persoalan ini berkaitan dengan klaim Asuransi sehingga dirinya merasa tidak memiliki keterlibatannya.

"Semuanya kan berkaitan dengan klaim asuransi. Kalau permasalahannya dengan hal ini kan wewenangnya asuransi (Astra).  Asuransi yang berwenang untuk memutuskan melalui berkas - berkas yang diserahkan oleh konsumen ke bagian pembiayaan, baru pembiayaan menyerahkan berkas tersebut ke asuransi dan asuransi menelusuri kebenarannya," kata Budi.

Ketika ditanyakan terkait solusi penyelesaian, Budi menyampaikan bahwa keputusan sudah dikeluarkan asuransi sehingga pihaknya (MPM Finance-red) tetap menjalankan proses sesuai prosedur yakni kreditur tetap melunasi tunggakannya.

"lha, hasilnya sudah keluar bahwa nasabah meninggal karena wabah maka kami tetap menjalankan prosedur sebagaimana mestinya. Bukan kita yang tidak mengabulkan permohonan dari kuasa. Tapi, dari pihak asuransi," terangnya saat itu, Rabu 15/09/2021.

Budi kepada media juga mengklarifikasi bahwa pihak MPM Finance yang sebelumnya sempat mendatangi rumah ahli waris nasabah bukan untuk meminta tapi menawarkan untuk pelunasan.

Pun demikian, media tetap berupaya lagi menghubungi pihak Manajemen JACC MPM Finance, Senin 20/09/2021, guna mengkonfirmasi atas pernyataan H. Toha, SH ini, namun belum mendapat respon. (Bersambung) ***Jab