Dikabari Biaya Ambulance Capai 2,7juta Rupiah, Anggota Dewan, Ulama Hingga Pengusaha Bantu Ngatik ke Tuban

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Dikabari Biaya Ambulance Capai 2,7juta Rupiah, Anggota Dewan, Ulama Hingga Pengusaha Bantu Ngatik ke Tuban

Kamis, 05 Agustus 2021
INVESTIGASINEWS.CO
Kota Batu - Soal adanya seorang warga yang berdomisili di RT.1, RW.11, No.1, Gang Punden, Kaliputih, Kecamatan Batu, Kota Batu, Ngatik (35) yang saat ini tengah sakit usai mengkonsumsi obat, hingga mengakibatkan bercak-bercak merah di wajah dan hampir disekujur tubuhnya. Kini, pihak keluarga menginginkan yang bersangkutan untuk dibawa ke pengobatan alternatif di Tuban. 

Sebelumnya pihak keluarga dikabarkan sempat berkoordinasi dengan ketua RT setempat, namun akhirnya merasa terkejut Pasalnya, berdasarkan dari keterangan RT, ada biaya sebesar Rp 2.700.000 yang harus dikeluarkan untuk meminta  bantuan ambulance dari salah satu Parpol di Kota Batu untuk membawa ke Tuban. 

"Saya habis telepon ambulance Partai GRN, katanya biayanya Rp 2.700.000," tutur Ine Ketua RT.1, kepada pihak keluarga. 

Sontak hal itu membuat pihak keluarga korban mengurungkan niatnya. Hingga akhirnya meminta bantuan ambulance kepada Yayasan Cahaya Islam, Malang Mengaji. 

Koordinator relawan oksigen dari Yayasan Cahaya Islam, Ikhwan Budi Laksono menyampaikan, bahwasanya terkait mobil ambulance Malang Mengaji memang diperuntukkan membantu masyarakat yang membutuhkan jasa bantuan ambulance. 
Perwakilan wartawan, saat menyerahkan bantuan transportasi kepada relawan oksigen Yayasan Cahaya Islam, Ikhwan Budi Laksono.

"Sebenarnya mobil ambulance ini adalah mobil milik pribadi, kami sengaja memodifikasi menjadi mobil ambulance yang mana tujuannya diperuntukkan membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya. 

Sementara itu, dalam pantauan media, Anggota DPRD Kota Batu, H. Hari Danah Wahyono dari fraksi partai Gerindra setelah mendengar kabar Ngatik yang akan diberangkatkan ke Tuban ini langsung mendatangi kediaman Ngatik sekaligus memberikan santunan untuk membantu biaya transportasi Ngatik ke Tuban.

Dirinya mengakui turut tergerak sebagai sesama warga masyarakat Kota Batu, merasa peduli dengan musibah yang dialami ibu dua anak itu. 

"Saya datang berkunjung kesini atas nama pribadi, karena sebelumnya juga sudah ada dua anggota DPRD Batu rekan saya yang sudah kemari. Tujuan saya hanya sebagai bentuk rasa empati, karena sesama warga masyarakat Kota Batu dengan memberikan santunan kepada Ibu Ngatik untuk sekadar biaya berobat," kata Abah Nanang sapaan akrabnya, kepada awak media. 

Berdasarkan pantauan awak media, pelepasan Ngatik yang menempuh jalur pengobatan ke Tuban agar juga bisa bertemu kedua orangtuanya itu, tak disaksikan oleh pihak RT dan RW setempat, bahkan pihak dari Kelurahan Sisir juga tidak nampak.

Selain bantuan yang diberikan oleh anggota DPRD Kota Batu H. Hari Danah Wahyono,  Ketua Komunitas Padang Mahsyar Nurbani Yusuf dan salah seorang pengusaha Dermawan Malang Raya yang enggan disebutkan namanya pun turut memberikan bantuan untuk transportasi Ngantik.***Jab