Rata-Rata Nama Kelompok Tani Naungan KUD Akso Dano Sengeti, Diduga Tidak Layak Mendapatkan Bantuan Pupuk Bersubsidi

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Rata-Rata Nama Kelompok Tani Naungan KUD Akso Dano Sengeti, Diduga Tidak Layak Mendapatkan Bantuan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 07 Juli 2021
INVESTGASINEWS.CO
Muaro Jambi.- Memiliki kebun kelapa sawit lebih dari 2 hektar hingga miliki mobil pribadi, ratusan nama kelompok tani yang terdaftar dibawah naungan KUD Akso Dano Sengeti diduga tidak layak mendapatkan bantuan melalui eRDKK sesuai kriteria penerima bantuan pupuk bersubsidi.

Hal itu sebagaimana disampaikan melalui keterangan Dahlan, meneger KUD Akso Dano Sengeti saat dipertanyakan soal kelompok tani yang ada di Kecamatan Sekernan. Dahlan mengatakan bahwa ada ratusan nama kelompok tani dibawah naungan KUD Akso Dano Sengeti yang diduga hampir rata-rata memiliki mobil pribadi dan termasuk petani mampu.

Dan menyinggung soal pemanfaatan pupuk bersubsidi untuk kelompok tani, KUD Akso Dano bisa saja menjadi agen penyalur pupuk bersubsidi, namun bila petani sawit yang memiliki kebun diatas 2 hektar mungkinkah termasuk dalam kriteria penerima bantuan pupuk bersubsidi. 

Karena menurutnya lebih dari 2 hektar kepemilikan kebun sawit sudah termasuk petani mampu yang tidak layak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi.

"Kalau kami yang namonyo pupuk bersubsidi tu memang dak boleh nian, mungkin KUD biso be membuat izin penyaluran. Cuma anggota kami ni kan rato - rato petani sawit, kalau petani sawit yang punyo lebih dari 2 hektar tu sudah petani yang mampu, tidak lagi mereka punyo hak dapatkan subsidi kalau gitu, betulah kalau mereka petani, tapi kalau petani yang dapat pupuk bersubsidi kan ado kriterianyo dak", paparnya, Selasa  06/07/2021.

Menambah penjelasannya, pihak KUD Akso Dano tidak ikut campur dalam upaya kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, bagaimanapun prosedur dan mekanismenya itu balik ke masing-masing anggota kelompok tani.

"Kalau kami sudah dari awal sudah kami katokan, KUD tidak ado penyaluran pupuk bersubsidi. Terlepas dari itu siapo yang punyo jaringan silahkan, kalau kami tidak nganjurkan, kalau dapat (pupuk bersubsidi) mungkin prosedurnyo macam mano itu urusan situlah kalau kami samo sekali dak ikut campur disitu", tambah Dahlan.

Melalui Waserda KUD Akso Dano Sengeti, penjualan pupuk non subsidi sebagai unit usaha yang mana menurut Dahlan meneger KUD Akso Dano Sengeti, semenjak beredarnya pupuk bersubsidi, penjualan pupuk non subsidi di Waserda menurun.

"Kami jugo jual pupuk, cuma pupuk kami non subsidi, nah akhir - akhir ini setelah adonyo pupuk bersubsidi dan di toko - toko jugo banyak, kami nak jual 200 ton bae setahun susah", jelas Dahlan lagi.

Pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi melalui kios pengecer sebagai penunjang untuk meningkatkan penjualan pupuk non subsidi di Waserda KUD Akso Dano Sengeti.

Dan juga Waserda menawarkan keuntungan pembelian pupuk non subsidi melalui KUD Akso Dano Sengeti, bagi anggota kelompok tani dan memberikan keringan tenggang waktu pembayaran dengan sistem ansuran hingga 4 bulan dan selisih harga, ketimbang beli Kes di toko pupuk.

"Kalau kami tu kalau biso batasi bae penyaluran pupuk bersubsidi tu, anggota bakal beli di kami lah pupuknyo tu, kalau samo - samo pupuk non subsidi dio rugi kalau beli di toko, selisih 5 ribu kalau beli dengan kami, kalau beli di toko dio beli kes kalau di kami biso nyicil, bayar duo bulan, tigo bulan, empat bulan sistem ansuran", beber Dahlan sambil promosikan keringanan kerjasama dengan KUD Akso Dano Sengeti.

Menutup penjelasannya, tentang keperuntukan pupuk bersubsidi bagi petani yang bagaimana yang seharusnya layak mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi, yang kelayakan untuk mendapatkan itu diduga diragukannya bagi kelompok tani yang tergabung dalam keanggotaan KUD Akso Dano Sengeti.

"Kami dak ngatokan pupuk bersubsidi dak boleh dibeli anggota kami dak, cuma jelaskan bae keperuntukan pupuk bersubsidi tu untuk petani yang macam mano", tutupnya.***

Penulis: Nurdin