Kontraktor Lokal Tagih Janji PJ Bupati. Yusran DPRD Muara Enim Dukung Permintaan Kontraktor

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Kontraktor Lokal Tagih Janji PJ Bupati. Yusran DPRD Muara Enim Dukung Permintaan Kontraktor

Senin, 05 Juli 2021
Muara Enim - Terkait masalah proyek, para kontraktor lokal Muara Enim tagih janji PJ Bupati yang akan utamakan kontraktor lokal dalam pembangunan di Muara Enim.

Hal tersebut dikatakan oleh Sahal, salah satu kontraktor lokal dari Semendo mengatakan, dirinya menagih janji PJ Bupati yang akan mengutamakan kontraktor lokal.

Soalnyo putaran keuangan PAD Kabupaten Muara Enim berasal dari masyarakat membanyar pajak, termasuk perusahaan kontraktor lokal membayar pajak dan pajak termasuk masuk dalan APBD Kabupaten Muara Enim.

"Ya jelas, putaran uang Muara Enim berasal dari pajak serta belanja kita semua. Tapi nyatanya banyak tayang tender yang pemenangnya dari kontraktor luar seperti perusahaan Lampung, Riau, Palembang Jambi Bengkulu dan lainnya dan tawaran tender melebihi dari 15%," tegasnya.

Situasi saat ini, lanjut Sahal, para kontraktor sedang gelisah dan marah karena banyak kontraktor yang bukan lokal masuk dalam daftar tender.

"Jangan membuat janji, jika janji tersebut hanya sebatas buaian untuk alasan Birokrasi," tegasnya.

Sementara itu, Anggota DRPD Kabupaten Muara Enim Yusran Efendi menegaskan, Muara Enim jangan dimonopoli, berikan kontraktor lokal pekerjaan, karena putaran keuangan Muara Enim termasuk dari para kontraktor lokal membayar pajak.

"Saya selaku anggota DPRD Muara Enim mendukung para kontraktor lokal menagih janji PJ Bupati tersebut," tegasnya. Senin,(5/7/2021).

Lebih lanjut dikatakan Yusran, saat ini Muara Enim angka kemiskinan meningkat, hal tersebut harus dikurangi, jika kontraktor lokal dibunuh, makan akan manambah angka kemiskinan rakyat Muara Enim.

"Hal seperti itu harus dipikirkan oleh pemimpin. Jika tidak bisa memimpi suatu daerah, jangan dipimpin oy, kalu nak nambah nyarohi masyarakat Muara Enim," kesalnya dengan bahasa khas Muara Enim.***

Laporan: Zulkarnain