Anggaran yang Sia - Sia, Pamsimas 2017 Diduga Tidak Termanfaatkan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

google.com, pub-6268007456478727, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HU-KRIM

Anggaran yang Sia - Sia, Pamsimas 2017 Diduga Tidak Termanfaatkan

Jumat, 07 Mei 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
Tanjung Jabung Timur. Diduga tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada di desa, bantuan program Pamsimas tahun 2017 di Desa Sungai Toman hingga sekarang diduga terbengkalai dan tidak termanfaatkan.

Pemanfaatan sumber daya yang bisa mendatangkan potensi Pemasukan bagi Kas Desa sebetulnya ada, bila Pamsimas sebagai sumber pemasukan bisa dikelola dengan baik dan dimanfaatkan akan berdampak bagi kesejahteraan sebagian kelompok masyarakat KKM yang mampu mengelola Pamsimas yang berharap bisa mendatangkan pundi- pundi rupiah sesuai mekanisme dari program Pamsimas itu sendiri.

Inilah yang harus digalakkan oleh Kepala Desa, bagaimana caranya memanfaatkan suber daya yang ada di desa. Mungkin dengan mendatangkan Tim ahli di bidangnya  dari sumber daya yang ada, sehingga apa saja program yang ada di desa dari bantuan pemerintah ataupun sumber daya alam lainya bisa memberikan wajah baru bagi kemajuan pembangunan desa.

Melalui Kepala Desa sungai Toman, Sudir Hamzah mengatakan, Pamsimas itu tidak jalan lagi lantaran biaya operasional terlalu besar sehingga pihak desa terpaksa menghentikan pengoperasiannya.

"Dulu pernah jalan itu pak. Namun mulai tahun 2020 hingga sekarang dak jalan lagi, lantaran biayanya terlalu besar, yaitu 50 ribu rupiah perbulan, per rumah, jadi masyarakat tidak mampu", kata kepala desa. Jum'at 7/5/2021.

Sudir Hamzah juga mengatakan airnya juga tidak layak konsumsi. Mungkin dari situlah masyarakat merasa keberatan untuk menggunakan pemanfaatan program Pamsimas yang terletak di RT.03 desa sungai Toman tersebut.

"Airnya tidak bagus, kotor makanya masyarakat tidak mau menggunakannya, sedangkan biaya operasional KKM nya juga besar kita mau bayar pakai apa", tambahnya.

Pamsimas sendiri adalah program pemerintah PUPR bidang cipta karya, pemanfaatan dikelola oleh masyarakat desa melalui Kelompok Kerja Masyarakat ( KKM). Namun kendala dilapangkan Pamsimas itu tidak termanfaatkan oleh masyarakat yang diduga KKM nya tidak bisa memanfaatkannya dilapangan.

Hal ini diduga tidak ada nya bimbingan teknis dari program Pamsimas itu sendiri yaitu cipta karya sebagai pelaksana.

Keberhasilan tertinggi pemerintahan desa yang mampu memanfaatkan Pamsimas program pemerintah sehingga menimbulkan potensi PAD desa yang dalam pantauan saat ini Pamsimas tersebut terbengkalai tidak di manfaatkan.***

Penulis:  Nurdin