Pak RT Ini, Lapor ke Polda Riau Karena Diancam, Terkait Adanya Oknum Diduga Perambah Hutan di Kampungnya

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pak RT Ini, Lapor ke Polda Riau Karena Diancam, Terkait Adanya Oknum Diduga Perambah Hutan di Kampungnya

Kamis, 22 April 2021
INVESTIGASINEWS.CO 
RIAU - Bengkalis. Beberapa waktu lalu ada dugaan kegiatan perambahan hutan biosfer (hutan suaka marga giam siak kecil) di RT.04 RW.02 Desa Tasik Serai Kec.Talang Muandau Kab.Bengkalis Prov. Riau.

Menurut RT setempat, MP, aktivitas itu sudah berlangsung dari pertengahan bulan januari, sedikitnya 5-6 truk kayu tersebut keluar dari hutan setiap harinya.

"Sudah berkali kali saya menegor aktivitas tersebut. Saya berani menegur aktivitas mereka karena diperintahkan oleh Kepala Desa Tasik Serai", tutur pak RT, MP beberapa waktu lalu kepada media ini.

Namun, Pak RT, MP, sempat diserang oleh oknum anggota diduga perambah hutan dengan tojok sawit dan ia menghindar dan langsung membuat laporan/ pengaduan ke Polsek Pinggir, pada tanggal 03/04/2021 lalu.

Ketika tim media berjumpa MP, pada tanggal 09/04/2021, ia memperlihatkan dokumentasi aktivitas dugaan perambahan hutan tersebut.

Saat awak media bersama tim Penyelamat Lingkungan Hidup, saat itu mencoba menuju tempat lokasi yang diduga adanya perambahan hutan tersebut, lewatlah dua unit truk dengan muatan kayu, diduga dari hasil perambahan hutan tersebut.

Tim mencoba untuk menanyakan surat dokumen/ ijin perjalanan apakah ada resmi atau tidak.

Tidak terima ditanya, karena supir tersebut diduga tdk mengantongi surat surat yang dimaksud. Lalu, salah satu supir menghubungi salah satu pengurus dugaan praktek ilegal loging.

Tak lama kemudian, sekitar 5-10 menit, datanglah DS dengan emosi tinggi dan mengendarakan kendarannya dengan kecepatan tinggi hendak menabrak salah satu dari tim yang tergabung juga di Aliansi Jurnalis Penyelamat Lingkungan Hidup.

Lalu DS menggeser kendaran salah satu dari tim yang berada di depan truk pembawa kayu tersebut dan menyuruh kendraan truk tersebut pergi.

Sesaat awak media mengeluarkan handphone untuk mengambil dokumentasi, DS berusaha merampas handphone milik awak media supaya tidak memdokumentasikan kejadian tersebut.

"Polda Riau yang akan selesaikan ini bukan aku," kata DS dengan suara keras, seolah olah mengatakan bahwa aktivitasnya dibeking oknum lain.

Atas kejadian ini, Pak RT MP kemudian membuat laporan di Mako Polda Riau pada tanggal 14/04/2021, terkait dugaan perambahan hutan dan memohon perlindungan hukum dari Mako Polda Riau, karena merasa dirinya terancam di kampungnya sendiri. 

"Karena beberapa kali rumah saya juga diteror dengan lemparan atap oleh orang yang tak dikenal. Membuat seisi rumah saya merasa tidak nyaman, dan ada ancaman dengan tojok kepada diri saya", terangnya.

Pelaporan pak RT MP saat itu didampingi tim Penyelamat Lingkungan Hidup ke Mako Polda Riau pada tanggal 14/04/2021 itu, diterima oleh ibu Rose Purba di Setum Polda Riau.

"Keluarga saya merasa tidak nyaman dan merasa terancam akibat teroran teroran itu dan apalagi saya sebagai RT sudah diancam mau dibunuh dengan tojok itu membuat saya melapor dan mohon perlindungan hukum ke Mapolda Riau", tutupnya.

Saat ini, Kepala Desa Tasik Serai belum bisa ditemui guna konfirmasi apa yang terjadi di wilayahnya. Dan progres laporan selanjutnya, belum bisa didapat oleh tim media dan pihak terkait lainnya.***

Laporan: TIM Aliansi Penyelamat Lingkungan Hidup.
Wartawati: Asmarani
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO