Gebyar Budaya Melayu 2020, di GOR Tualang Sesuai Prokes, Sukses dan Aman, Dikawal Langsung Polres Siak

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Gebyar Budaya Melayu 2020, di GOR Tualang Sesuai Prokes, Sukses dan Aman, Dikawal Langsung Polres Siak

Kamis, 29 Oktober 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Kamis 29/10/2020. Gebyar Budaya Melayu yang digelar di GOR Tualang, Kabupaten Siak, dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin tinggi. Aman dan lancar sudah sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Pantauan wartawan di lokasi acara, sebelum kegiatan dilakukan, setiap peserta dan tamu undangan yang akan masuk ke GOR Tualang, wajib mengenakan masker. Selanjutnya dipastikan mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya.

"Kegiatan itu dihadiri langsung oleh pihak hukum yaitu Kapolres Siak. Jadi tidak ada yang harus kita permasalahkan,” kata  Pjs Bupati Siak lndra Lukman, Kamis 29/10/2020.

Semua wajib menjaga jarak, dipastikan kursi yang ada di dalam GOR benar-benar sesuai prokes, berjarak 1,5 meter. Gebyar Budaya Melayu digelar secara virtual dan pengumuman pemenang juga dilakukan secara virtual. 

“Aktivitas harus tetap dilakukan, kita harus bangkit. Kita harus memulai dari diri sendiri, disiplin prokes. Dan kegiatan ini sangat saya apresiasi karena selain disiplin prokes, seluruh kegiatan dilakukan secara virtual. Saya sampaikan terima kasih yang membuat acara ini sukses, terutama panitia", ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.
Sementara itu Ketua Panitia yang juga Kepala SMKN 1 Tualang, Rozian Elfis MPd, mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan  semuanya benar-benar mematuhi prokes. Termasuk panitia dan tamu undangan tidak sampai 50 orang dengan jarak duduk 150 sentimeter atau 1,5 meter.

"Kegiatan ini juga atas keinginan para siswa yang jenuh berada di rumah. Makanya dibuat iven secara virtual dengan 11 kegiatan lomba. Mulai seleksi, sampai penjurian, dan pengumuman pemenang kami lakukan secara virtual,” jelasnya.

Demikian juga dengan pengukuhan Forum Pengembang Kelas Kominfo (FPKK) binaan tiga Dinas, Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dilakukan secara virtual.

“Hanya ada delapan panitia, dua perwakilan Siak dan dua dari provinsi, sehingga totalnya 12 orang. Selebihnya adalah Gubernur Riau Syamsuar, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, dan kepala dinas dari provinsi dan Kabupaten Siak,” jelasnya.

Acara juga berlangsung singkat. Bahkan pertunjukan kompang juga, setelah selesai, penampil langsung pulang ke kediaman masing-masing. 

Hal itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Kami guru, dan sebagian besar ASN, tidak ada unsur politik di dalam ini. Ini murni kegiatan untuk menyalurkan bakat dan mengapresiasi apa yang diraih para siswa di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” jelasnya.

Sementara Gubernur Riau Syamsuar sangat mengapresiasi bakat-bakat siswa SMA dan SMK se-Riau. 

“Saya berharap FPKK tidak berhenti sampai di sini. Saya ingin FPKK terus membina, mengumpulkan bakat dan keterampilan para siswa yang terus terasah, dan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional, ”jelas Gubernur Syamsuar.

Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kegiatan yang digelar sangat ketat sesuai prokes. Sebab Covid-19 sangat berbahaya, namun semua harus tetap beraktivitas dan berjuang untuk maju.***
Laporan: a.Komar
Editor: Redaktur INVESTIGASINEWS.CO