Proyek Pembangunan Gedung Olah Raga Purun Timur, Dipertanyakan Warga

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Proyek Pembangunan Gedung Olah Raga Purun Timur, Dipertanyakan Warga

Kamis, 23 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL. Kamis 23/07/2020. Anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 di Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipertanyakan warga.

Warga masyarakat menduga realisasi Anggaran Dana Desa (DD) tersebut dinilai bermasalah.

Karena menurutnya, pembangunan gedung olahraga (GOR) yang menggunakan Anggaran DD ditahun 2019 tidak ada fisiknya secara utuh.

Seperti yang disampaikan salah seorang warga setempat, sebut saja Amran. Ia menduga jika ada Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Tahun 2019 layak diduga Oknum Kepala Desa (Kades) melakukan pembohongan publik terhadap Dana Desa yang sudah di SPJ kan di Desa tersebut. 

"Terkait SPJ Gedung Olahraga yang dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa tahun 2019 jika Ada SPJ nya jelas itu pembohongan publik, sebab tidak ada realisasinya, dan tidak ada sama sekali gedung Olahraga, yang ada hanya pondasinya saja”, ungkap warga masyarakat sebut saja Arman (nama minta disamarkan-red) 

Ia juga menambahkan, bahwa dalam pembangunan tahap dua, gedung olah raga justru baru selesai dibangun.

“Di SPJ 2019 ada tapi bentuk fisiknya tidak ada, yang ada hanya pondasinya saja, dan melalui Anggaran Dana Desa Tahap II 2020 ini baru ada (Finishing) Gor tersebut" sambung Arman, Rabu 22/07/2020 kepada wartawan.

Diwaktu bersamaan salah satu warga masyarakat yang berinitial SL, menguaraikan di wilayah Desa Purun Timur ada banyak permasalahan yang tidak pernah diungkap warga.

"Salah satunya pembangunan Gor ini yang menelan  Anggaran DD 2019 sebesar Rp. 610.000.000.00 (Enam Ratus Sepuluh Juta Rupiah), tapi nyatanya yang ada hanya pondasinya saja. Lalu pada anggaran DD 2020 kembali dianggarkan untuk pembangunan Gor tersebut sebesar Rp.262.000.000.00 (Dua Ratus Enam Puluh Dua Juta Rupiah) dengan lokasi dan ukuran bangunan yang sama. Parahnya lagi bangunan Gor yang menelan dua kali anggaran DD tersebut tampak jelas tidak sesuai dengan speknya. Hal itu dapat dibuktikan, banyak masyarakat Desa Purun Timur ini yang ikut menjadi kuli bangunan sehingga mereka tahu persis kualitasnya, tidak sesuai dengan anggarannya", ukap SL.

Mendapati informasi dari warga tersebut, guna coverbothside Tim INVESTIGASINEWS.CO langsung mengkonfirmasikan temuan hal tersebut kepada Kepala Desa (Kades) Purun Timur, Alex Setiawan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut Alex Setiawan menjelaskan bahwa gedung tersebut memang menggunakan dua kali anggaran DD.

"Kalau mau kenal bekawan datang kerumah, kedusun. Tapi kalau mau mencari cela sekarang tidak apa-apa ku jelasi. Mengenai anggaran gedung itu, itu bangunan anggaran jamak. Karna tahun anggaran 2019 tidak terkaver cuma 610 juta, jadi 2020 dianggarkan lagi untuk penyelesai gedung itu 262 juta, Gedung itu memang 2 tahun anggaran", jelas Alex via Whats app miliknya.

Alex juga menambahkan dan menjelaskan total keseluruhan biaya bangunan tersebut adalah 872 juta.

"Dengan total 872 juta, tolong tela'ah lagi bangunan itu degan dana sekian itu, cek bangunan kantor Dewan ituna dengan dana sekian itu baru tiang", terang Kepala Desa (Kades) Purun Timur, Alex Setiawan kepada wartawan.***mh