Ditengah Pandemik Covid-19, Pemkab Siak Bangun Ketahanan Pangan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Ditengah Pandemik Covid-19, Pemkab Siak Bangun Ketahanan Pangan

Kamis, 09 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Kamis 09/07/2020. Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Permukiman (PU Tarukim) membangun irigasi persawahan di Dusun Lestari II Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.

Hal itu dimaksudkan untuk menunjang ketahanan pangan, terlebih dimasa pandemik Covid-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia dan Kabupaten Siak khususnya seperti saat ini.
 
"Wajib semangat membangun meski dunia sedang di landa bencana non alam covid-19. Di lokasi ini rencana yang digarap 200 hektare, potensialnya 300 ha. Ada permintaan masyarakat untuk pengembangan persawahan, yakni untuk irigasi karena mengandalkan air sungai jadi sering banjir," kata Bupati Siak, Alfedri ketika meninjau lokasi, Rabu 08/07/2020.

Dengan sistem pasang surut tersebut, tahun ini sawah di daerah tersebut tidak menghasilkan karena banjir. Saat ini baru terkelola 40 ha dengan hasil empat ton per hektare pada dua tahun panen 2018 dan 2019.

Sementara, Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar menyampaikan pihaknya dalam hal ini melakukan survei. Menurutnya perlu dibangun daerah pengairan baru karena tidak memungkinkan mengandalkan air Sungai Mandau dan Belutu.

"Nanti tentu ada bangunan pintu pengatur air, pintu clap, tanggul banjir, jaringan primer, sekunder, dan tersier, perlu juga bangunan pembagi. Ini kita usahakan melalui alokasi dana khusus anggaran pendapatan belanja daerah Siak 2021," ujarnya.

Penghulu Kampung Pencing Bekulo, Eka Indrawan Sinaga mengatakan pengelolaan persawahan tersebut adalah kelompok tani dari masyarakat. Ada dua kelompok yang sudah mengelola 40 ha itu dengan anggota sekitar 22-25 orang.

"Di sini potensinya 300 ha, diharapkan ini meliputi 300 kepala keluarga dengan satu KK satu ha. Di sini penduduknya ada 800 KK jadi diharapkan bisa memberikan lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan, terlebih dimasa pandemik Covid-19 seperti saat ini," ungkapnya.***ih.komar/adv