Diduga Selewengkan ADD, Kades Desa Pagar Jati, Dilaporkan ke Kejari Muara Enim oleh Aktivis

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Diduga Selewengkan ADD, Kades Desa Pagar Jati, Dilaporkan ke Kejari Muara Enim oleh Aktivis

Jumat, 17 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO
Muara Enim. Jumat 17/07/2020. Ada dugaan kuat bahwa oknum Kepala Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim sudah melakukan penyelewengkan dana desa terutama pada tahun anggaran 2018.

Hal ini disampaikan Dirmanto salah seorang aktivis Pemantau Pembangunan Kabupaten Muara Enim, Kamis 16/07/2020. 

Dijelaskan Dirmanto, dugaan tersebut berawalnya dirinya menerima informasi dari masyarakat setempat bahwa disinyalir ada hal yang berbau tidak beres terhadap pelaksanaan dana desa di Desa Pagar Jati. 

"Menerima informasi tersebut, saya mewakili warga setempat segera melakukan penelusuran, mengumpulkan data. Selanjutnya saya teruskan laporan ke Kejaksaan Negeri Muara Enim pada tanggal 7 Juli 2020 lalu", ujar lelaki yang sering dipanggil Manto ini. 

Dijelaskan juga oleh Manto, apa-apa saja yang dianggap ada dugaan penyelewengan dari ADD tersebut.

"Adapun beberapa poin anggaran keuangan yang diduga diselewengkan diantaranya sebagai berikut; Kegiatan Operasional BPD, belanja barang dan jasa, kegiatan penetapan dan penegasan batas desa, belanja koran desa, biaya operasional tim karhutla, kegiatan pembangunan pengembangan usaha ekonomi produktif, kegiatan pembinaan karang taruna, peningkatan kapasitas profil desa, peningkatan kapasitas  pengelolaan asset desa, belanja honorarium jaga malam, kegiatan operasional perpustakaan desa, belanja buku perpustakaan desa dan belanja lemari buku, yang totalnya mencapai Rp.582.012.450 (Lima ratus delapan puluh dua juta dua belas ribu empat ratus lima puluh rupiah”, jelas Manto.

Selain dari itu, lanjutnya, dirinya juga melaporkan mengenai lahan Pembangunan Gedung serbaguna Desa Pagar Jati yang menelan biaya Rp. 422.125.200 (Empat ratus dua puluh dua juta seratus dua puluh lima ribu dua ratus rupiah). 

Pembangunan gedung Serbaguna ini disinyalir tidak ada persetujuan dari masyarakat dan persetujuan dari Dinas Dikbud Kabupaten Muara Enim, mengingat tanah tempat lokasi pembangunan balai serbaguna tersebut merupakan tanah/asset hak milik SDN 6 Benakat. 

"Pembangunan balai serbaguna Desa Pagar Jati dimaksud diduga tanpa persetujuan masyarakat, juga telah menyerobot tanah hak milik SD Negeri 6 Pagar Jati Kecamatan Benakat, dan yang anehnya lagi disinyalir tanda tangan masyarakat untuk persetujuan pembangunan balaidesa tersebut telah dipalsukan oleh Oknum kepala Desa Pagar Jati", terang Dirmanto. 

Ia juga meminta pihak Kejaksaan Negeri Muara Enim agar memroses laporan dugaan penyelewengan ADD ini.

“Saya selaku pelapor yang mewakili masyarakat Desa pagar Jati Kecamatan Benakat, meminta kepada Kejaksaan Negeri Muara Enim agar bisa menindaklanjuti dan mengusut tuntas tentang laporan kami, yang kami laporan tertanggal 07 Juli 2020 untuk melakukan penyelidikan terhadap oknum kades Pagar Jati karena diduga kuat telah menyelewengkan Dana Desa tahun Anggaran 2018", pinta Manto. 
 
Sementara guna memperjelas permasalahan ini, media melakukan konfirmasi terkait masalah ini, langsung kepada Kepala Desa Pagar Jati, Helmy.

Ketika dikonfirmasi melalui nomor WA-nya, Kamis 16/07/2020, ia mengatakan, bacalah di APBDes tahun 2018 sudah semua dilaksanakan, jangan baca pagu saja. Baca jabarannya di bawah pagu itu sudah semua dilaksanakan. 

“Bacalah di APBDes tahun 2018 sudah semua dilaksanakan, jangan baca pagu saja. Baca semua jabarannya di bawah pagu itu, sudah semua dilaksanakan", jawab Kades.***zul