Bocornya Pipa Milik PT. Medco Energy, Diduga Cemari Kebun Karet Hardiyanto, Belum Ada Kompensasi, Ia pun Menjerit

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Bocornya Pipa Milik PT. Medco Energy, Diduga Cemari Kebun Karet Hardiyanto, Belum Ada Kompensasi, Ia pun Menjerit

Senin, 20 Juli 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
MUARA ENIN. GELUMBANG. Senin 20/07/2020. Bocornya pipa milik PT Medco E&P Indonesia di dusun 2 Keranji desa Melilian Kecamatan  Gelumbang, Muara Enim (Sumsel) pada pertengahan bulan Mei kemarin, rugikan petani kebun karet dan akibatkan bibitanya rusak.

Rusaknya pohon karet dan pembibitan itu terjadi, disinyalir karena terkena semburan minyak mentah, dan sampai saat ini belum ada kompensasi dari perusahaan, bahkan tidak digubris oleh PT Medco E&P Indonesia, sehingga  pemilik kebun mengadukan hal ini.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang terdampak peristiwa line pipa translate PT Medco Energy jalur dari PALI ke Palembang yang bocor minyak mentah dan menyembur ke lahan karet milik Hardiyanto di Desa Melilian.
"Kebun keret saya rusak, juga pembibitan karet saya rusak, pun dengan tanaman lain rusak berat, bahkan banyak yang mati", ungkap Hardiyanto kepada awak media, Ahad 19/07/2020.

Merasa dirugikan akibat peritiwa tersebut, dirinya melaporkan kepada  kepala Desa Melilian untuk dilanjutkan kepada PT Medco Energy, namun tidak ada ganti rugi dari pihak perusahaan.

"Sampai saat ini belum ada penanganan maupun pengecekan dari pihak perusahaan, pihak perusahaan hanya memperbaiki kebocoran saja," terangnya.

Media menghubungi Kepala Desa Melilian, Dedi Haryanto, saat dikonfirmasi lewat handphonenya tidak aktif dan di konfirmasi kerumahnya juga tidak ada. Namun sebelumnya dirinya membenarkan adanya laporam atas kejadian tersebut.
Sementara itu Camat Gelumbang, Syarkowi S.Sos mengaku tidak menerima laporan warga, seraya menyayangkan peristiwa lingkungan  tersebut.

"Nggak ada laporan dari warga pada kita, ini sangat disayangkan karena warga dirugikan" bebernya.

Dari pantauan awak media di lapangan terlihat sekitar 9 batang pohon karet produktif merangas, juga bibit karet okulasi milik Hardiyanto rusak diduga akibat peristiwa tersebut kurang lebih 200 batang bibit. Di sungai samping kebun milik Hardiyanto juga masih ada safety oil di sungai milik perusahaan tertinggal di area kejadian.

Sementara itu PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) sudah berhasil menangani kebocoran pipa minyak milik negara yang dioperasikan Perusahaan di Desa Melilian, Gelumbang, Muaraenim, akibat vandalisme pada Sabtu 16/05/2020 lalu, namun dampaknya masih tersisa, seperti kebun milik warga 
Menurut pihak PT Medco E&P Indonesia setelah mendapatkan informasi dari petugas patroli, Perusahaan mendatangkan pekerja dan melakukan klaim pipa sesuai standar keselamatan kerja. 

"Dalam waktu singkat, Pekerja berhasil menangani kebocoran tersebut. Atas nama perusahaan kami menyayangkan terjadinya tindakan vandalisme ini. Pasalnya, tindakan tersebut selain merugikan Perusahaan, juga Negara,” tegas VP Relations & Security Medco E&P, Drajat Panjawi, Sabtu 16/05/2020.***zul