Terbakar Api Cemburu, Suami Ini, Tusuk Perut Kepala Dusun, Tewas

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Terbakar Api Cemburu, Suami Ini, Tusuk Perut Kepala Dusun, Tewas

Sabtu, 27 Juni 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
BATANGHARI. Sabtu 27/06/020. Seorang suami yang bernama HF, awalnya mencurigai istrinya yang mulai berbeda sikap kepadanya. Dan ketika menyadap WhtasApp sang istri menggunakan aplikasi lain, HF pun tahu apa yang terjadi.

Ternyata, HF menemukan chat (percakapan-red) di WhatsApp istrinya dengan seorang kepala di Kabipaten Batanghari, Jambi yang mengarah ke perselingkuhan.

Kepala dusun tersebut bernama DI, yang tak lain adalah adik iparnya.

Setelah mengetahui chat itu, HF pun terbakar cemburu dan naik pitam.

Rabu 24/06/2020, sekitar pukul 14.05 WIB, HF mendatangi Kantor Kepala Desa Koto Boyo untuk menemui adik iparnya itu.

Setelah bertemu, HF menusukkan sebilah pisau ke perut DI.

Kapolres Batanghari, AKBP Dwi Mulyanto, melalui Kasat Reskrim IPTU Orivan Irnanda mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku penganiayaan berencana tersebut.

"Kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu 24/06/2020, sekitar pukul 14.05 WIB di Kantor Kepala Desa Koto Boyo. Usai melakukan penyerangan tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kiri, dimana pelaku tersebut berinisial HF," terangnya.

Akibat pelaku menusuk korban dengan sebilah pisau, korban akhirnya meninggal dunia, meski sempat menjalani perawatan di RS Mitra Medika Muara Bulian sehari kemudian, Kamis 25/06/2020.

Kasat Reskrim juga menjelaskan, bahwa penangkapan pelaku dilakukan setengah jam setelah pelaku menusuk korban.

Penangkapan pelaku langsung dipimpin Kapolsek Bathin XXIV IPTU Heri Hermansyah bersama beberapa anggotanya.

"Untuk pelaku sendiri saat ini kita kenakan pasal 353 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan pelaku, HF, dirinya tega menusuk korban karena terbakar api cemburu.

Pasalnya korban yang merupakan seorang Kadus di Desa Koto Boyo ini diduga selingkuh dengan istrinya.

"Sebenarnya saya sudah lama curiga dengan istri saya, benar saja, setelah saya selidiki langsung ternyata dirinya memang berselingkuh dengan istri saya," ucap HF.

Terungkapnya kasus perselingkuhan antara istri HF dan korban, setelah pelaku berhasil menyadap WhatsApp Hp milik istrinya, menggunakan aplikasi yang telah ia download.

"Memang awalnya tidak ada percakapan apapun dari Hp istri saya, namun, setelah beberapa hari kemudian percakapan itu masuk semua yang menceritakan perselingkuhan istri saya dengan ipar saya tersebut," ungkapnya.

Setelah mengetahui adanya perselingkuhan itu, dirinya langsung emosi dan mencari korban di Kantor Desa Bathin XXIV. Dan langsung melakukan penusukan terhadap korban dengan sebilah pisau.***ihm