Pemkab Labuhanbatu, Taja Lomba Inovasi Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pemkab Labuhanbatu, Taja Lomba Inovasi Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

Senin, 08 Juni 2020
INVESTIGASINEWS.CO
Labuhanbatu. Menindak lanjuti Radiogram Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia No. 005/3268/SJ perihal lomba inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berpartisipasi mengikuti lomba tersebut.

Bertempat di ruang data dan karya, Rabu (3/6/2020), Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST.,MT, menggelar rapat persiapan-persiapan lomba dimaksud.

Selain Bupati terlihat hadir di ruang rapat tersebut Sekdakab Labuhanbatu Ahmad Muflih SH, Asisten I Sarimpunan Ritonga, Asisten III Zaid Harahap, Plt Kanan Litbang H.M. Zuhri SE., M.Si, para kepala OPD, Kabag, perwakilan dari pasar modern Berastagi Rantauprapat, Pengusaha Resto dan Cafe.

Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST., MT, mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan sosial dan ekonomi di seluruh dunia termasuk Indonesia dan merupakan permasalahan serius untuk ditangani secepatnya.

"Masalah covid-19 belum dapat dipastikan dan selesainya sehingga Pusat dan daerah harus paralel bangkit bersama menciptakan iklim kondusif", ujarnya.

Penanganan pandemi Covid-19 menjadi wahana Pemda berinovasi guna menekan penularan, beragam bentuk inovasi perlu dilakukan pada masa pandemi covid-19, rencana pelaksanaan nilai normal lab membutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan kerjasama antara pemerintah dan stakeholder, untuk memacu berbagai pemikiran dan kreativitas pemerintah daerah, perlu dilaksanakan lomba inovasi tatanan normal baru produktif dan aman covid-19.

Menurut Andi tujuan diadakan lomba tersebut untuk mendorong gerakan nasional membuat dan melaksanakan protokol covid-19 dan untuk daerah membuat kehidupan masyarakat yang produktif kembali, membuat kehidupan ekonomi dan aktivitas bisnis, prakondisi dalam membuat simulasi secara masif oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

“Selain itu, perlombaan juga bertujuan menyusun langkah conditioning di lapangan yang belum dilakukan oleh pemangku kepentingan, mendapatkan modal protokol copyright 1947 sektor dan pencegahan penyebaran covid-19 melalui protokol kesehatan yang dibuat oleh masing-masing pemerintah daerah”, jelas Bupati Andi Suhaimi.

Adapun sektor kriteria dan tim penilai yaitu 7 sektor yang terdiri dari :
Pasar tradisional atau pasar tradisional covid-19
1. Pasar modern atau mall dan minimarket. 2. Restoranan.
3. Hotel. 4. PTSP. 5. Tempat wisata dan 6.Transportasi umum.

“Untuk kriteria penilaian yaitu kesesuaian protokol covid-19, aplikatif/replikasi, strong idea/kreativitas/kebaharuan dan kerjasama atau kolaborasi. Sedangkan tim penilai terdiri dari : Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kemenpar dan gugus tugas covid-19”, ujar Andi Suhaimi.

Dari itu Bupati berharap kepada seluruh jajaran dan instansi terkait yang terlibat dalam hal ini untuk bekerja sama dengan sebaik-baiknya. 

"Untuk menghasilkan penilaian yang terbaik, persiapkanlah segala sesuatu yang di butuhkan dengan matang", tutupnya.

Di ketahui lomba tersebut sosialisasi dimulai dari tanggal 29 Mei 2020 di nilai tanggal 9-12 Juni dan di umumkan pada tanggal 15 Juni mendatang.***Kw