Isi Pesan WA Beredar, Terkuak Motif Pelapor; FK2DP Polisikan Wartawan

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Isi Pesan WA Beredar, Terkuak Motif Pelapor; FK2DP Polisikan Wartawan

MEDIA DETIL 1
Kamis, 14 Mei 2020
INVESTIGASINEWS.CO
PALI SUMSEL. Lagi, wartawan menguak dugaan motif pelapor; FK2DP (Forum Komunikasi Kepala Desa PALI) atas LP/B-30/RES/PALI 04 Mei silam.
Sebagaimana terdapat pada berita sebelumnya, LP/B-30 ini merupakan buntut dari judul 'Potong Dana Desa, Kepala OPD Catut Nama Pejabat Tinggi dan Aparat Penegak Hukum (APH)'. 

Disinyalir LP tersebut dilatar belakangi karena pelapor Cs. merasa terusik dan khawatir akan belangnya diketahui publik.

Hal ini diketahui dari isi pesan Whats App (WA) grup FK2DP yang sempat beredar di medsos. “Klo idak di Back Up masalah ikak melebar kemana2, sebab ade bawe name PALI 1, PALI 2, POLRES, JAKSA yang jelas APH tersinggung dengan berita itu,,, ada kemungkinan pengawasan akan diperketat dan dibongkar abis….” begitu bunyi isi pesan WA tersebut. yang mengunakan bahasa lokal 

Pada isi pesan lain, ada inisiatif anggota grup untuk mengumpulkan masing-masing Kepala Desa senilai 10 juta untuk biaya memperkarakan wartawan atas pemberitaan tersebut, termasuk beberapa diantaranya sudah membuat surat pernyataan bantahan tentang pemotongan dana desa.

Info kontraproduktif lainnya didapat wartawan dari penulusuran laporan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penggiat anti korupsi di Palembang yang telah melaporkan adanya belanja fiktif dengan harga yang tidak wajar berlangganan koran.
“5,4 juta pertahun, itu jika di urai setiap bulan, desa membelanjakan Dana Desa (DD)nya sebesar 450 ribu, sementara harga pasaran yang beredar ditingkat loper koran di PALI hanya 120 ribu saja. Hal ini diperburuk dengan adanya dugaan belanja fiktif. Beberapa sumber telah kami mintai keterangan tentang tidak diterimanya (koran. Red) barang yang dibelanjakan tersebut.” terang Ketua LSM ini.

Sementara itu Ketua IWO PALI saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan "di dalam (FK2DP) saja mereka tidak satu suara. Buktinya informasi dalam grup terkuak ke publik" ungkap Efran yang juga menceritakan strateginya menghadapi perkara ini.

"Belum waktunyo dek,di perikso be lagi belum terkait masalah ini, pintu masuk kito banyak kok" jelas Efran.***mh