Jelang Ramadhan, Bupati Siak Koordinasi Kebutuhan Dasar Masyarakat Bersama PLN, Pertamina dan Bulog

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Jelang Ramadhan, Bupati Siak Koordinasi Kebutuhan Dasar Masyarakat Bersama PLN, Pertamina dan Bulog

MEDIA DETIL 1
Selasa, 21 April 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Selasa 21/04/2020. Bupati Siak Alfedri didampingi Kapolres Siak dan sejumlah pimpinan OPD, mengelar Video Conference dengan sejumlah Pimpinan BUMN,  diantaranya Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau, Pimpinan Pertamina Wilayah Riau, serta bersama Kepala Bulog Wilayah Riau dan Kepri.

Video Conference dilakukan untuk memastikan ketersedian kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Siak, dalam menghadapi dampak wabah Covid-19, sekaligus menghadapi Bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Hari ini kita melakukan Vidcon dengan PLN, Bulog dan Pertamina. Kita meminta laporan dan kesiapan jika terjadinya eskalasi wabah Covid 19, dan sesuai aturan kita berlakukan PSBB, termasuk juga kesiapan menghadapi bulan suci Ramdhan dan Idul Fitri," kata Bupati Alfedri, di Ruang Command Center Siak Live Room lantai II Kantor Bupati Siak, Senin 20/4/2020.

Dalam menghadapi wabah Covid 19 ini Pemkab Siak bersama Forkopimda telah menyiapkan skema, dan langkah baik berupa penanganan ODP dan PDP termasuk menyalurkan bantuan langsung tunai dan Sembako. 

"Kita meminta masyarakat berdiam diri dirumah, sementara listrik sering padam, dan sembako sulir didapat. Tentu kita memperhatikan  kebutuhan dasar masyarakat, seperti keamanan pangan, kebutuhan bahan pokok, beras, minyak dan gula. Termasuk juga petersediaan BBM dan Gas serta arus listrik yang memadai, apa lagi menjelang bulan puasa tiba" ungkap Alfedri. 

Ia juga berharap kepada Pertamina untuk menjaga stabilitas distribusi BBM dan Gas di Siak agar tidak berkurang, dan jika terjadi kekurangan kiranya dapat disuplai. 

"Kita tidak ingin di saat kondisi sulit, masyarakat menjadi semakin susah sehingga dapat menimbulkan persoalan yang lebih kompleks," tutupnya.***komar