Antisipasi Covid-19, Pemkam Mandiangin Rekrut 12 Orang Penjagaan di 2 Portal Masuk Kampung

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Antisipasi Covid-19, Pemkam Mandiangin Rekrut 12 Orang Penjagaan di 2 Portal Masuk Kampung

MEDIA DETIL 1
Kamis, 09 April 2020
INVESTIGASINEWS.CO 
SIAK. Pemerintah Kampung (Pemkam) Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, melakukan tes dan seleksi terhadap 21 orang masyarakat yang terdiri dari pemuda Kampung Mandiangin untuk melakukan penjagaan di dua portal masuk menuju Kampung tersebut, Kamis (09/04/2020).

Hasil seleksi yang diselenggarakan di gedung serbaguna Kampung Mandiangin, dari total 21 orang yang mendaftar, Pemkam setempat menetapkan sebanyak 12 orang yang lulus seleksi, untuk melakukan penjagaan di portal tersebut selama 24 jam penuh per harinya, dengan sistem bergantian, hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya penularan wabah Covid-19 sekaligus menciptakan kemanan dan kenyamanan Kamtibmas bagi masyarakat setempat.

"Jadi, dari 21 orang yang mendaftar sebelumnya, kita adakan seleksi, dan kita tetapkan hanya sebanyak 12 orang saja yang kita terima untuk menjaga di dua portal masuk Kampung ini, jadi perhari dibuat penjagaan sebanyak 6 orang, 3 orang untuk satu portalnya per-hari, jadi kita buat selang seling, sehari kerja sehari libur, sistem penjagaan kita terapkan selama 24 jam, jadi dari yang tiga orang 1 portal itu, mereka menjaga 1 orang siang dan 2 orang dimalam harinya," ungkap Penghulu Kampung Mandiangin, Martinus SP, kepada Wartawan seusai melangsungkan kegitan itu.

Dijelaskan Martinus, adapun untuk upah para penjaga portal itu, pihaknya membuat secara swadaya, dan dananya bersumber dari masyarakat untuk masyarakat, dengan cara pihaknya membuat kesepakatan dengan para pelaku usaha yang ada di Kampung itu.
"Jadi kita berlakukan untuk membayar upah para penjaga portal ini, kita ambil dari hasil pertanian seperti kelapa sawit sebanyak Rp 5 Rupiah untuk perkilogramnya, dari hasil bumi Kampung Mandiangin, melalui para Toke sawit yang ada di Kampung ini," jelasnya.

Lebih jauh dipaparkan Martinus, untuk pembayaran upah para penjaga portal itu nantinya, pihaknya akan membayarkan sekali seminggu dan paling lambat sekali dalam dua minggu, sebab kata dia, kutipan yang akan diambil dari para pelaku usaha yang telah disepakati sebelumnya di Kampung itu, berlaku per dua minggu sekali.

"Hal ini bertujuan untuk menerapkan himbaun dari pemerintah pusat terkait pembatasan skala besar, jadi kita melakukan pembatasan sosial bersekala Kampung, jadi setiap orang yang keluar masuk suhu tubuhnya akan kita cek terlebih dahulu dengan alat pengukur suhu tubuh, kemudian kita juga wajibkan mereka mencuci tangan dengan sabun, kemudian kita mencatat identitasnya apa tujuan orang itu datang ke Mandiangin," terangnya.

Sementara itu, Sertu Gopardin, selaku Babinsa setempat ketika diwawancarai oleh Wartawan dia mengatakan, "iya benar, telah dilaksanakan seleksi untuk penjagaan portal maupun amapang-ampang di pintu masuk ke Kampung Mandiangin, dengan harapan seleksi ini, kita mendapatkan para penjaga portal yang bertanggung jawab demi keamanan dan kemajuan Kampung ini, jadi bukan hanya dalam hal Covid 19, tapi juga dalam rangka keamanan Kamtibmas," kata Sertu Gopardin.

Senada dengan Sertu Gopardin, Brigadir Yoga Suparno, Babinkamtibmas Kampung Mandiangin, kepada Wartawan dia mengatakan, "tentunya untuk seleksi ini, pertama untuk antisipasi penyebaran maupun masuknya  wabah Corona  di Kampung ini, jadi dengan adanya penjagaan ini kita bisa memantau dan mengontrol orang yang keluar masuk ke Kampung  ini, serta tujuannya juga untuk membatasi  sosial distancing sekaligus menjaga keamanan Kamtibmas agara lebih aman tertib dan damai, hal ini nantinya akan dipertahankan secara terus menerus, jadi bukan hanya sewaktu  antisipasi Corona saja," pungkasnya.***idrisharahap