Presiden Jokowi Puji Dashboard Lancang Kuning yang Digagas Kapolda Riau untuk Tangani Karhutla

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Presiden Jokowi Puji Dashboard Lancang Kuning yang Digagas Kapolda Riau untuk Tangani Karhutla

Jumat, 21 Februari 2020

INVESTIGASINEWS.CO
RIAU. Kapoda Riau, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, memaparkan kepada Presiden RI. Tentang Dasboard Lancang Kuning, sesaat setelah Presiden mendarat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, pada Kamis petang (20/02/2020).

Setibanya di Lanud Roesmin Nurjadin, Presiden Joko Widodo langsung menuju sebuah ruangan yang dijadikan posko untuk penanganan Karhutla di Provinsi Riau, didepan posisi Presiden duduk terpampang sebuah dashboard yang berisi beragam informasi terkait penanganan Karhutla.

Kemudian dalam pemaparannya, Kapolda Riau, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, bahwa dashboard tersebut adalah sistem yang dibangun untuk menangani karhutla secara terukur, terstruktur, dan efisien. Sistem ini menggunakan empat teknologi satelit sebagai alat pengindera, guna mendeteksi titik api, yaitu Noah, Aqua, Terra dan satelit dari Lapan.

Sementara itu, dari pantauan kami sejak tanggal 1 Januari, hingga sekarang ada 786 titik panas (hot spot), kami sudah menggunakan dashboard untuk menanganinya. Hasil verifikasi di lapangan dengan mendatangi langsung titik api pada koordinat, sebagaimana terdeteksi satelit itu, hanya ada 455 titik api.

“Alhamdulillah sampai hari ini sudah bisa kita padamkan, dan kita akan terus memanfaatkan aplikasi ini untuk membantu proses pemadamannya,” papar Kapolda Riau.

Selain itu, tidak hanya bisa memantau titik api. Dashboard tersebut juga berisi beragam informasi mengenai lahan gambut, perkiraan cuaca, arah angin, kepemilikan lahan, anggota yang online maupun offline, sekolah, embung, kanal, sekat kanal, Polsek, Polres, lahan perusahaan, hingga helipad yang paling dekat lokasi,” terang Agung lagi.

“Kami juga bisa memobilisasi sumber daya manusia, peralatan, dan sumber daya lain untuk keperluan pemadaman. Kami memetakan di mana letak peralatan–peralatan itu ada, pos–pos BNPB yang ada di Kabupaten kami data, Polsek dan Koramil kami data, demikian juga perusahaan–perusahaan yang memiliki alat pemadaman juga kami data.

Sehingga kami bisa mengerahkan peralatan, maupun personel yang ada di titik api tersebut untuk membantu proses pemadaman,” jelas Kapolda Riau.

Lebih lanjut ditambahkan Kapolda Riau, Dashboard tersebut juga memudahkan seluruh jajaran untuk berkoordinasi secara langsung dengan para petugas yang sedang bekerja. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau sempat menelepon salah satu anggotanya yang sedang berada di lapangan.

“Siap Jenderal, pemadaman masih dilakukan pendinginan, api sudah tidak ada, hanya mengeluarkan asap Jenderal. Api sudah dapat dipadamkan Jenderal,” tegas Marino Yures, anggota polisi yang berada di salah satu titik api di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Di lapangan, Marino bertugas bersama dengan sejumlah elemen yang terdiri atas unsur Polri 6 personel, TNI 6 personel, BPBD 5 personel, Damkar Kecamatan Rupat 7 personel, Masyarakat Peduli Api 3 personel, dan masyarakat sekitar sejumlah 15 orang.

“Kami ingin bersinergi dalam memadamkan Karhutla secepatnya. Ini menjadi komitmen kami, bagaimana penanganan kebakaran hutan di Provinsi Riau menjadi prioritas kami,” ucap Kapolda Riau.

Selanjutnya saat memberikan arahan mengenai upaya peningkatan pengendalian Karhutla tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020 lalu. Kepala Negara mengingatkan sekaligus menginstruksikan, agar apabila ditemukan titik api sekecil apapun di suatu wilayah. Maka pihak terkait diminta untuk sesegera mungkin memadamkan titik api tersebut sebelum terlanjur membesar. Menurutnya, pemerintah sebenarnya memiliki infrastruktur dan instrumen hingga ke tingkat bawah untuk menangani hal tersebut.

Karena kita punya Babinsa, Babinkamtibmas, beri tahu mereka. Gubernur, Bupati, Wali Kota, ada Kepala Desa, beri tahu mereka. Instrumen dan infrastruktur kita ada. Sehingga sekali lagi kalau ada api sekecil apapun segera padamkan, jangan sampai meluas dan sulit diselesaikan,” tutur Presiden RI saat itu.

Lebih jauh, Kepala Negara juga menginstruksikan, agar frekuensi pemeriksaan di lapangan lebih ditingkatkan. Menurutnya, fungsi pengawasan memiliki peranan vital dalam upaya pencegahan Karhutla agar tidak meluas.

“Saya minta frekuensi patroli lapangan, terutama di wilayah rawan kebakaran tolong mulai diperintahkan kepada aparat di bawah kita. Sehingga penguasaan lapangannya betul – betul bisa kita kuasai. Pemerintah daerah dan aparat teritorial, seperti Babinsa dan Babinkamtibmas itu betul – betul dikerahkan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Kita harapkan kondisi harian di lapangan selalu terpantau,” tandas Presiden RI.

Terakhir, turut mendampingi Presiden RI saat meninjau posko penanganan karhutla antara lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Gubernur Riau, Syamsuar, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen. TNI M.S. Fadhilah, Kapolda Riau, Irjen Setya Imam Effendi, Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, dan Wakil Ketua DPRD Riau, Zukri Misran.***rillis.komar