INVESTIGASINEWS.CO
Lembata — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata menyambut baik rencana ekspansi program budidaya jagung yang digagas Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKARI) di Kabupaten Lembata. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sektor pertanian.
Rencana kerja sama itu terungkap dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lembata pada 26 Mei 2026. Bupati Lembata, Kanis Tuaq, didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes B. Daniel Dai, menerima kunjungan Direktur LKARI, dr. Novi, bersama rombongan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kanis Tuaq menyampaikan bahwa agenda itu menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis guna memaksimalkan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian.
Menurutnya, program yang dibawa LKARI selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lembata melalui program unggulan Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT). Program tersebut juga dinilai menjadi salah satu prioritas daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sumber daya alam.
“Kami melihat peluang dan potensi besar dari program ini. Program tersebut sangat relevan dengan apa yang sedang kami perjuangkan demi kemajuan Lembata. Karena itu, kami sangat mendukung upaya LKARI untuk berkontribusi di daerah ini,” ujar Kanis Tuaq.
Sementara itu, Direktur LKARI, dr. Novi, menjelaskan bahwa kehadiran LKARI di Lembata merupakan bagian dari upaya strategis untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan menekan angka pengangguran.
Ia mengatakan, LKARI menargetkan pemanfaatan lahan tidur yang selama ini belum tergarap secara optimal agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
“Kemiskinan merupakan tantangan utama kita bersama. Melalui gerakan ‘Tanam Jagung, Panen Ternak, dan Lawan Kemiskinan’, kami ingin mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dr. Novi.
Ia juga mengungkapkan bahwa LKARI sebelumnya telah menjalankan program serupa di wilayah Tanjung Bunga dan Adonara, Kabupaten Flores Timur. Menurutnya, Lembata memiliki prospek yang sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian jagung secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Bupati Lembata menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar segera menyiapkan naskah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Dokumen tersebut nantinya akan memuat poin-poin penting serta aspek teknis yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.***tvbw
Komentar