Banjir Bandang Menerpa, Warga Setempat Diperkirakan Ada yang Hanyut Terbawa Banjir

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Banjir Bandang Menerpa, Warga Setempat Diperkirakan Ada yang Hanyut Terbawa Banjir

MEDIA DETIL 1
Senin, 30 Desember 2019

InvestigasiNews.co
Labuhanbatu. Diperkirakan puluhan rumah di desa Hatapang Kecamtan Na IX-X Aek Kota Batu Labuhanbatu Utara, dan di dusun Siriaria, dusun Batu Badar desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah barat Labuhanbatu provinsi Sumatra utara, karena datangnya banjir bandang pukul 01:00 WIB, dini hari Sabtu 29/12/2019, akibatkan banyak rumah rusak dan hancur.

Hal itu disampaikan Imran warga Hatapang, mejelaskan hujan memang lebat, hanya hitungan menit air sungai naik dan terjadi banjir bandang, sebutnya.

"Malam itu datang hujan lebat. Namun tiba tiba terdengar suara gemuruh seperti air banjir. Ternyata banjir bandang", ujarnya.

Lebih lanjut mengatakan akibat banjir bandang itu diperkirakan banyak rumah yang ambruk dan hanyut,. Warga banyak yang mengungsi.

Kepala Desa Hatapang HS, membenarkan terjadi banjir bandang. Saat ini sedang dilakukan pendataan atas kerusakan rumah dan danpak lainnya yang timbul akibat banjir bandang.

Banjir yang sama juga dialami dusun Siria Ria, dusun Batu Badar desa Tanjung Medan Labuhan batu, diperkirakan puluhan rumah tumbang dan hanyut dibawa air dan tanah yang longsor, dan sebagian warga ada yang mengungsi.

Akibat banjing bandar, menurut laporan ada 5 warga satu keluarga hingga kini belum diketahui keberadaannya. Didiperkirakan ikut hanyut dibawa air dan longsoran tanah.

Menurut IS, hingga subuh tadi belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa. Ini masih dilakukan pendatan sebut warga siriaria itu.

Keadaan lokasi banjir saat ini banyak dijumpai pemukiman seperti rumah yang tumbang dan hanyut dibawa arus air dan tanah longsor. Oleh karenanya, warga sangat membutuhkan pemerintah Kabupten Labuhanbatu dan Labuhanbatu utara segera kelokasi,dan mengarahkan alat berat untuk mengeruk tanah yang menimbun rumah warga, serta kebutuhan lainya seperti sandang pangan dan kesehatan.

Atas kejadian banjir bandang ini, banyak pihak menyoroti adanya kegiatan pengolahan kayu hutan yang sudah berjalan beberapa tahun lalu pada lokasi diatas bukit barasan kecamatan NA IX-IX Labuhanbatu Utara.

Hal ini sudah cukup meresahkan masyarakat dan disinyalir telah merusak ekosistem lingkungan bukit barisan. Sehingga dengan pembalakan kayu hutan itu, sehingga penyangga air gunung sudah sangat mengewatirkan. Terbukti dengan adanya banjir bandang disertai longsornya tanah. Sehingga terjadi abrasi atas tanah penyangga hutan bukit barisan.***KW