Pasca Tersangka, Wali Kota Dumai Dicegah KPK Ke Luar Negeri

InvesBoleh diganti atau hapus

InvesBoleh diganti atau hapus

Iklan Semua Halaman | Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px.

HU-KRIM

Pasca Tersangka, Wali Kota Dumai Dicegah KPK Ke Luar Negeri

Minggu, 05 Mei 2019

INVESTIGASINEWS.CO
DUMAI. Ahad 05/05/2019. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Walik Kota Dumai Ke Luar Negeri untuk bepergian ke luar negeri pascaditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi.

Hal itu berkenaan dengan statusnya sebagai tersangka dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai pada APBN 2017 dan 2018.

“KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi (Kemenkumham). Tentang pelarangan ke luar negeri terhadap tersangka Zulkifli AS,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Sabtu 04/05/2019.

Adapun terkait tenggat waktu berlakunya pencegahan bepergian Wali Kota Dumai ke luar negeri terhitung sejak kemarin (Jumat, 03/05/2019 hingga beberapa bulan ke depan.

“Dicegah ke luar negeri selama 6 bulan terhitung 03 Mei 2019,” ujar Febri.

Dalam perkara ini, Zulkifli AS diduga memberi uang sebesar Rp 550 juta kepada mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Untuk memuluskan proses pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai dalam APBN Perubahan tahun 2017 dan 2018.

Selain itu, Zulkifli juga diduga menerima gratifikasi Rp 50 juta dan fasilitas berupa kamar hotel di Jakarta dalam kasus ini. Zulkifli diduga terlibat dalam dua perkara, karena itu dia disangkakan pasal berlapis.

Akibat ulahnya, dia disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***jppn